Tips Freelancer : Mengubah Klien Biasa Menjadi Klien Tetap

Menjalani profesi sebagai freelancer, baik itu freelance writer, coder, designer, or something else, tidak pernah lepas dengan H2C. Ya, harap harap cemas. Submit logo di beberapa kontes di logo tournament tidak kunjung menang, crowdspring pun tak kunjung bintang, apalagi 99design not interested. Begitu pula proposal project yang diposting di odesk, elance, scriptlance, semuanya kalah dengan freelancer lain dari india atau rumania.
Sedangkan, setiap bulan seorang freelancer dihadapkan pada personal expenses untuk melanjutkan kehidupan, sedangkan income kita bergantung dengan adanya project dari klien. Tentunya, project tersebut adalah project yang berkaitan dengan profesi dalam kegiatan freelancing. Jika dalam satu bulan saja freelancer tidak mendapatkan project dari klien, maka bisa dipastikan seorang freelancer terpaksa menginjak rem untuk menjalani hidup dengan normal. Atau dengan kata lain, freelancer tersebut harus melakukan penghematan disana – sini.
Agar income menjadi relatif normal, maka seorang freelancer harus mendapatkan fixed‐client atau klien tetap. Tulisan ini akan mengulas tips dan trik tentang bagaimana cara mengubah klien biasa menjadi klien tetap.

Be Their Friend!

Komunikasi yang baik antara seorang freelancer dan klien, perlu dibangun agar hubungan yang terjalin antara keduanya lebih dari sekedar hubungan kerja. Lebih dari itu, kita bisa menjadikan klien kita sebagai teman atau bahkan sahabat kita. Hubungan tersebut dapat kita jalin dengan cara – cara sebagai berikut :
Profiling.
Pertama yang perlu dilakukan adalah, profiling! Proses profiling ini menjadikan freelancer tahu lebih banyak siapa, bagaimana, dan seluk beluk lainnya tentang klien. Ada sebuah pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang” – dalam dunia freelancing, pepatah ini sangat berlaku.
Profiling dapat dilakukan dengan googling nama lengkap, nomor telepon, atau alamat email. Bisa juga dilakukan dengan cara penggalian data lewat facebook. Apalagi, kalau klien tidak mengatur opsi privasi dalam akun facebook mereka, kita bisa mendapatkan semua informasi tentang klien tersebut dengan tanpa menjadi teman mereka di facebook. Misalnya, foto, wall post, likes, dan lain – lain.
Small talks.
Ngobrol yang ringan – ringan, sesekali perlu dilakukan. Nanyain cuaca, tren ekonomi di negaranya klien, atau bahkan sekedar cerita tentang keluarga kita, cukup membantu untuk dijadikan bahan omongan ringan. Ngobrol ringan atau biasa disebut small talks, dapat membantu meringankan beban pekerjaan yang terkadang membuat stress kedua belah pihak, baik freelancer maupun klien. Jangan ragu – ragu untuk mengawali small talks, karena klien masih manusia normal, bukan alien yang tidak bisa diajak ngobrol :).
Misalnya, dari langkah sebelumnya, yaitu profiling, didapatkan bahwa klien tinggal di kota san diego, negara bagian california, amerika. Lalu dilakukan pencarian berita melalui situs – situs berita seperti CNN, Huffingtonpost, dan lain – lain, tentang sebuah kejadian di kota tersebut. Lalu didapatkan bahwa baru saja dilakukan pemilihan walikota untuk kota San Diego.
Seorang freelancer bisa saja memulai pembicaraan dengan “I wish John Doe won the San Diego mayor election!”. Pastinya, klien akan merasa kaget, dan dalam hati, klien berfikir “freelancer ini orang Indonesia, atau orang San Diego??” – lalu klien bertanya “Do you live in San Diego?”. Satu pertanyaan yang menjebak sekaligus membingungkan. Jawaban yang bersifat menghindar dan cukup memuaskan adalah “Nope, I love San Diego. Specially, The Chargers” – chargers disini adalah team American Football (NFL) dari kota San Diego. Dengan sedikit bantuan google, maka kita dapat dengan mudah mendapatkan bahan obrolan untuk melakukan small talks. Asal tidak berlebihan, obrolan – obrolan ringan ini akan dapat membuat klien merasa nyaman dalam berkomunikasi dengan freelancer.
Know what your client likes.
Dalam berkomunikasi, ketika dua orang atau lebih menjalin pertemanan, salah satu faktor penyebabnya adalah mereka mempunyai kesamaan dalam hal hobby. Misalnya, suka nge‐band, memancing, surfing, atau hal – hal lainnya. Dengan menggali hobi klien, kita mendapatkan kesempatan lebih besar untuk memulai small talks, untuk kemudian terbangun kesamaan pemikiran. Hal ini perlu dilakukan agar small talks tidak membosankan. Jika small talks yang dibangun membosankan, klien akan merasa terganggu dengan obrolan – obrolan yang terbangun. Lain hal nya jika small talks diawali dengan hal – hal yang disukai oleh klien, maka small talksterkadang bisa berubah menjadi sebuah project :).

Instead Of Working As An Outsource, Be A Consultant.

Hubungan kerja yang terjalin antara seorang freelancer ada beberapa model, antara lain bekerja dalam bentuk per project (fixed project), bekerja dalam bentuk per jam(hourly project), atau bekerja sebagai konsultan (project consultant). Bekerja dalam bentuk per project maupun per jam, menjadikan seorang freelancer tidak lebih dari sekedar “pegawai” yang berangkat ke kantor pagi pulang sore. Pekerjaan ini walaupun tidak terikat waktu, cukup membosankan, dan reward atas pekerjaan pun dalam standar “normal” saja. Lain halnya jika freelancer tidak bekerja selayaknya tenaga outsource, melainkan bekerja sebagai konsultan.
Sebagai konsultan, freelancer akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain ikut menentukan project apa yang harus diputuskan oleh klien untuk kemudian dikerjakan baik oleh freelancer. Keuntungan lainnya adalah, freelancer dapat dengan mudah menaikkan harga dari jasa yang dijual, lebih dari sekedar melakukan pekerjaan writing, coding, designing, atau yang lainnya.
Perbedaan utama dari pekerjaan outsource freelancer dibandingkan dengan freelancer yang bersifat konsultan, seorang konsultan menawarkan solusi – solusi, sedangkan outsource freelancer hanya mengeksekusi perintah dari klien. Sebagian freelancer memang cocok hanya menjadi eksekutor perintah klien. Namun, jika memungkinkan untuk menjadi seorang konsultan, kenapa tidak? Toh, menjadi seorang konsultan lebih menyenangkan, baik dari sisi tantangan pekerjaan, maupun reward yang didapatkan.
Berikut ini adalah langkah – langkah bagaimana seorang outsource freelancer menjadi seorang freelance consultant.
Brand Yourself!
Seorang konsultan yang baik harus melakukan branding terhadap diri sendiri, terutama untuk kepentingan skill imaging. Seorang freelance designer, misalnya, bisa melakukan branding dengan membangun situs untuk mengeksploitasi skill yang dimilikinya.
Sebagai contoh, menulis artikel tentang review kemasan produk. Hal – hal yang kecil seperti ini (review kemasan produk), dapat mengantarkan image “product packaging consultant” untuk melekat pada nama freelancer tersebut.
Contoh yang lain, seorang coder, pada blog nya menulis artikel tentang cms wordpress, bagaimana cara tweaking wordpress, mengubah wordpress menjadi situs yang powerfull, dan lain sebagainya. Kegiatan menulis yang kontinyu akan mengantarkan image “wordpress ninja” pada title freelance tersebut. Kunci utama dalam proses branding ini adalah : dilakukan secara kontinyu. Jika proses ini dilakukan dua bulan sekali atau bahkan enam bulan sekali, maka proses branding ini akan menjadi sia – sia belaka :). Menginvestasikan 2 jam waktu setiap hari diluar jadwal kerja untuk melakukan proses branding setiap hari, akan membawa seorang freelancer lebih dekat dengan kesuksesan yang akan dicapai.
Love your work, work your love!
Menjadi penting bagi seorang freelancer untuk mencintai apa yang dilakukan dalam pekerjaan sehari – hari. Dengan mencintai sebuah pekerjaan, seseorang akan merasa ringan melakukan pekerjaan tersebut. Sebuah quote yang diambil dari blog hidup cerdas :
“Ideal business is when the cost of making yourself happy is small compared to the profit your happiness brings you.”
Dengan bahasa lain, pekerjaan yang ideal adalah ketika harga kebahagiaan itu lebih rendah dibandingkan keuntungan yang dihadirkan dari kebahagiaan tersebut. Seorang freelance designer yang mencintai pekerjaan nya, dapat dengan mudah menyelesaikan sebuah design kemasan minuman yang dihasilkan dari buah segar. Harga untuk menyelesaikan design ini adalah kerja mulai skecthing, wireframing, dan executing selama 12 jam, 4 jam dalam 3 hari. Harga ini tidak terasa berat, karena freelance designer ini mencintai apa yang dilakukannya.
Lalu dia mendapatkan $2,000 untuk design kemasan minuman buah segar tersebut. Tentunya, dibandingkan dengan 12 jam, reward $2,000 adalah jauh lebih besar. Pada keadaan ini, tercapai apa yang disebut pekerjaan ideal.
Pada kasus lain, seorang freelance designer lain mengerjakan sebuah flyer selama 6 jam, untuk reward $350. Karena 6 jam proses kerja dilakukan dengan penuh rasa bahagia, $350 pun terasa lebih besar daripada 6 jam proses kerja yang menyenangkan. Pada keadaan ini, tercapai pula status pekerjaan ideal.
Intinya, rasa bahagia karena mencintai apa yang kita kerjakan, itu sangat penting bagi seorang freelancer. Ketika rasa cinta terhadap pekerjaan ini tumbuh subur dihati, maka tidak akan terasa beda, antara kerja dan nge‐game. Menyenangkan, bukan?
Give something to your client.
Prinsip kerja seorang Don Vito Corleone, atau anaknya, Don Michael Corleone, adalah menanam bibit – bibit untuk kemudian hari diambil buahnya. Dengan kata lain, ketika seseorang membutuhkan pertolongan, maka seorang godfather dengan senang hati membantunya, untuk kemudian hari diminta “balas budi” nya.
Tidak serumit bisnisnya godfather mafia itu. Yang dibahas disini adalah cukup simple : tanam bibit, tuai buah. Dengan asumsi, klien adalah orang yang baik, maka freelancer dapat memberi satu – dua servis secara gratis, untuk membangun loyalitas klien. Berikut adalah contoh kasus pada freelance designer dan coder.
Seorang freelance designer sedang mengerjakan design web sebuah group band. Setelah selesai, designer tersebut memberikan bonus “monthly calendar desktop wallpaper”. Disini, klien diuntungkan dengan adanya desktop calendar yang memperkuat company branding. Jika sampai direlease, maka kemungkinan besar klien akan membutuhkan desktop wallpaper design untuk bulan – bulan berikutnya. Tentunya, bulan berikutnya designer tidak akan memberi design dengan free. Jadilah, freelance designer tersebut mendapatkan fixed project perbulan :).
Lalu seorang freelance coder, sedang mengerjakan theme drupal pada sebuah situs majalah sport. Setelah pekerjaan drupal theme selesai, pada saat instalasi theme, coder tersebut melakukan serangkaian security test pada sistem tersebut. Sebut saja, sql injection, script injection, dan test – test lain nya. Lalu disusunlah laporan singkat tentang overall security dari sistem. Ketika mengetahui laporan security tersebut, kemungkinan besar coder tersebut akan mendapatkan project lanjutan sebagai security advisor dari situs majalah sport tersebut. Atau paling tidak, akan terbangun rasa “beruntung” sudah memperkerjakan coder tersebut untuk menangani project – project dalam situs majalah sport tersebut. Ketika seorang klien merasa diuntungkan, tanpa diminta, klien tersebut akan mempromosikan coder tersebut.

It’s An Easy Thing To Do, Just Do It!

Mengubah klien biasa menjadi klien tetap, ternyata mudah saja, bukan? Beberapa langkah praktis diatas jika dilakukan dengan kontinyu, akan mengantarkan seorang freelancer pada kehidupan yang lebih baik. Kuncinya adalah : dilakukan. Langkah – langkah tersebut diatas tidak akan memberikan manfaat, jika tidak dilakukan.
Selamat mencoba melakukan!

Kesalahan desainer grafis saat melamar pekerjaan

Dari sebagian yang memilih bekerja mandiri, mereka yang lulus sekolah kejuruan grafis atau lulus kuliah DKV tentu disibukkan dengan mencari pekerjaan, seperti sarjana-sarjana lain pada umumnya. Internet jurusan lowongan pekerjaan dan Koran hari Sabtu akan menjadi santapan lahap para pencari kerja. *) pengalaman pribadi 😛
Jika pelamar kerja pada umumnya hanya butuh CV dan fotokopi ijazah plus nilai atau IPK tinggi agar diterima bekerja disebuah perusahaan, berbeda dengan melamar pekerjaan dibidang kreatif semacam desainer grafis. Tidak cukup hanya modal nilai bagus, kita juga harus menunjukkan karya. Tapi tak cukup modal portfolio bagus juga, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar diterima bekerja di perusahaan yang kita inginkan plus gaji yang cukup. Cukup buat beli mobil, rumah dan naik haji. Hehe.
Lalu apa sih kesalahan desainer grafis yang umum dilakukan oleh saat melamar pekerjaan dan membuat mereka tidak diterima bekerja? Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari saat melamar pekerjaan sebagai desainer grafis. Tapi perlu diketahui juga jika beberapa hal dibawah ini hanyalah riset secara umum, artinya tidak serta merta setiap perusahaan menerapkan indikator yang sama untuk menilai calon karyawan mereka.
  • Gagal mempresentasikan proses desain yang ditampilkan pada portfolio.
Hasil akhir desain yang keren itu bagus, tapi jika kamu tidak bisa menjelaskan bagaimana proses dari menemukan ide hingga mendapatkan solusi, itu kurang menarik. Bisa jadi akan memperburuk nilaimu saat wawancara. Setiap desain pasti punya proses dan cerita, jelaskan secara jelas dan tidak bertele-tele. Mereka ingin tahu bagaimana seseorang melakukan proses kreatifnya.
  • Terlalu banyak menampilkan portfolio.
Jika kamu dipanggil wawancara setelah ada proses penyerahan surat lamaran, berarti perusahaan telah melakukan observasi terlebih dahulu hingga memutuskan untuk melakukan wawancara. Namun, jika wawancara dilakukan secara langsung bersamaan dengan penyerahan surat lamaran, artinya mereka belum melihat portfoliomu sebelumnya. Pada saat kamu menampilkan portfolio, baik itu di website, CD interaktif digital maupun print out, pilihlah yang terbaik. Tidak perlu banyak tapi cukup merepresentasikan seperti apa skill yang kamu miliki. Pewawancara tidak ada waktu untuk melihat 100 halaman portfolio, tapi jika kamu bisa memilih yang terbaik dari yang terbaik, dua karyamu akan cukup membuat mereka berkesan.
  • Tidak memiliki karya personal.
Personal project bisa menjadi indikator tingkat intelektual dan level kreativitas yang kamu punya. Selalu menarik melihat idealisme desainer saat mereka bekerja dibawah control mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain / klien. Gunakan waktu luang untuk membuat proyek personal, selain untuk mengasah skill tentu akan berguna juga untuk menunjukkan seberapa besar kreativitas dan idealisme dalam desain grafis.
  • Typo dalam menulis surat lamaran atau CV.
Meskipun dianggap hal sepele tapi kesalahan-kesalahan kecil untuk hal yang serius, kamu akan dianggap kurang teliti alias ceroboh. Dan ini akan dianggap kurang bagus bagi perusahaan, terutama dimasa datang saat berhadapan dengan pekerjaan dan klien. Selalu ingat untuk meneliti ulang hasil akhir pekerjaan.
  • Tidak jujur mengenai alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
Jika sebelumnya kamu telah pengalaman bekerja dan memutuskan mencari pekerjaan baru, maka jujurlah tentang alasanmu berhenti bekerja. Bukan alasan personal, tapi mungkin soal kebijakan perusahaan yang nyleneh, kamu ingin lebih banyak tantangan dan tanggungjawab, dsb. Bisa jadi ini akan menjagamu dari deskripsi pekerjaan yang tidak kamu inginkan.
  • Terlalu idealis.
Idealis itu tidak buruk tapi terlalu idealis itu kurang baik. Saat kamu memutuskan melamar pekerjaan, berarti kamu siap untuk bekerja dengan orang lain, baik itu klien maupun rekan kerja. Tunjukkanlah bahwa kamu bisa bekerja sama dalam tim. Seberapapun bagusnya portfoliomu tapi tidak bisa bekerja dengan orang lain atau tim, yah jaminan kamu diterima bekerja di perusahaan akan semakin kecil.
Konklusi
Sekali lagi, poin-poin diatas bukan hal yang mutlak bahwa setiap perusahaan memiliki standar yang sama dalam menyeleksi calon karyawan. Tapi jika kamu yakin dengan kemampuan sendiri dan menerapkan hal-hal diatas, diharapkan lamaran pekerjaanmu akan diterima dengan sukses. Jangan lupa, selain semangat dan usaha juga ditambah dengan doa kepada yang maha kuasa. (a1)

15 Kesalahan dalam mendesain Logo

Tiap orang punya kapasitas masing-masing dalam menghasilkan ide untuk sebuah pekerjaan.  Namun tentunya ada hal-hal tertentu yang bisa diminimalisir untuk menghindari kesalahan.  Salah satu pekerjaan yang membutuhkan banyak kehati-hatian adalah mendesain logo.  Tak hanya berhubungan dengan klien, namun kita juga mesti bertanggungjawab pada publik.  Buatlah desain yang baik dan berbanggalah ketika logo karya kita tampil dalam berbagai media.
Berikut ini berapa hal yang bisa menjadi kesalahan dari seorang desainer ketika mendesain logo (kelanjutan artikel sebelumnya: 10 Hal: Hindari Saat Mendesain Logo) sehingga perlu diperhatikan agar Anda bisa menghasilkan sebuah karya orisinil yang lahir dari sebuah kreativitas.
  1. Desain tidak orisinil. Logo Anda harus murni dari ide dan pikiran Anda. Strategi logo dan branding menjadi satu bagian untuk menciptakan sesuatu yang unik dan mudah diingat untuk klien Anda dan konsumen.
  2. Samar / tidak jelas. Setiap logo harus menyampaikan pesan kepada audiens. Jika konsumen potensial tidak tahu apa-apa tentang klien Anda setelah melihat logo, artinya Anda telah gagal.
  3. Raster. Banyak yang mencoba menjadi desainer logo ketika mereka hanya tahu photoshop. Ingat bahwa logo harus scalable.  Menggunakan software vector semacam Illustrator atau CorelDraw adalah cara terbaik untuk membuat logo. Pembesaran atau pengecilan gambar tak akan mempengaruhi kualitas logo.
  4. Terlalu rumit. Banyak desainer baru mencoba untuk memperumit logo mereka dengan menambahkan banyak detail, terlalu banyak kata, slogan, dll. Keep it simple! Logo Anda akan lebih berkesan.
  5. Efek terlalu berlebihan. Secara umum, Anda harus menghindari bevels berlebihan, bayangan, tekstur, filter dan efek lain terlalu berlebihan.  Dimasa depan, logo akan digunakan dalam berbagai media maka hal ini harus diperhatikan.
  6. Tipografi. Ada beberapa kesalahan umum yang sering dibuat ketika mendesain sebuah logo. Pertimbangkan beberapa di bawah ini:
  7. Spasi. Perhatikan kapan Anda harus menggunakan spasi yang lebar dan kapan ketika harus menghemat spasi. Sangat tidak efektif ketika Anda menggunakan spasi yang panjang ketika Anda harus menghemat ruang. 

    Font yang mudah ditebak. Semua orang tahu Times New Roman, Tahoma, Arial karena mereka font default yang bisa ditemukan setiap hari. Cobalah untuk menggunakan sesuatu yang tidak default. 

    Font yang mengerikan. Jangan menggunakan font seperti Curlz untuk membuat logo Anda. Coba gunakan sederhana, professional dan mudah terbaca kecuali untuk target audiens tertentu atau permintaan klien secara khusus. 

    Font terlalu tipis. Font yang sangat tipis mungkin terlihat bagus pada layar komputer tapi mereka mungkin sulit untuk digunakan untuk proses cetak di atas kertas, kain atau border. Dan tentu saja tak mudah terbaca dari jarak jauh. 

    Menggunakan terlalu banyak jenis font. Cobalah untuk menempel satu font-style (maksimal dua) dalam desain logo Anda. Aturan ini terutama berlaku ketika Anda HANYA melakukan pekerjaan mendesain logo dan bukan untuk pekerjaan desain lain seperti pembuatan poster atau brosur.

  8. Terlalu banyak masukan. Tidak salah meminta masukan atau pendapat dari orang lain, namun ketika berlebihan justru akan membuat Anda semakin bingung dan hanya menghabiskan waktu. Klien, kakak, teman, saudara, ibu, tetangga, orang di angkringan dan warung kopi. Mungkin mereka akan memberikan pendapat mereka yang berbeda tapi itu terlalu banyak yang tak perlu.  Hanya libatkanlah orang-orang yang memang diperlukan dalam proses desain logo Anda agar bisa menjadikan pikiran tetap fokus pada tujuan semula.
  9. Menggunakan Clipart. Tanpa disadari bagi sebagian desainer, ketika pikiran sudah buntu mereka mengambil jalan pintas dengan mengambil elemen dari clipart yang bertebaran di internet.  Cobalah ciptakan karya yang orisinil bagi klien Anda dan mereka pasti akan sangat menghargainya.
  10. Tidak bisa digunakan dalam format hitam putih atau grayscale. Satu hal yang penting untuk diingat tentang logo adalah bahwa akan sering digunakan dalam output hitam putih atau grayscale. Fax atau cetakan satu warna akan menggunakan logo dalam format satu warna.
  11. Non-scalable. Pastikan bahwa klien mendapatkan logo dengan skala penggunaan untuk berbagai aplikasi. Logo yang baik harus bisa ditempatkan secara jelas pada billboard ukuran 5 x 10 meter dan harus bisa tampil baik ketika menjadi favicon 16px.
  12. Tidak memperhatikan pengaplikasian pada media. Ketika membuat sebuah logo, jangan hanya berpikir bahwa sebuah logo hanya akan tampil di internet (kecuali klien sudah mengatakan demikian). Bagi sebuah perusahaan besar, logo akan tampil dalam berbagai media. Pertimbangkanlah bahwa logo Anda akan bisa diaplikasikan pada banyak media di masa depan. Internet, cetak, border, stiker, sablon manual, kaos, signboard dll.
  13. Egois. Jangan mendesain logo dengan tujuan bahwa hal itu akan membuat portofolio Anda tampak hebat. Tujuan pertama dan yang paling penting dari setiap desain logo adalah harus beroriestasi kepada tujuan klien mencapai target audiens mereka menjadi lebih efektif.
  14. Terlalu abstrak. Logo abstrak bisa menjadi terlihat professional untuk sebuah perusahaan.  Mereka tak harus memvisualisasikan secara jelas apa goal dari perusahaan itu sendiri. Namun desainer sendiri perlu berpikir kapan saat yang tepat untuk menggunakan logo abstrak.
  15. Copycat Logo. Hal terburuk yang harus dihindari adalah menyalin atau menduplikasi logo lain secara brutal.  Selain berefek sangat buruk bagi reputasi perusahaan, tentu saja Anda akan melawan hokum apalagi jika logo yang dicuri sudah memiliki hak cipta. Disinilah etika dari desainer sangat dipertaruhkan.
  16. Kombinasi Warna yang buruk. Secara psikologis, setiap warna mempunyai arti dan makna tersendiri.  Cobalah untuk menyesuaikan warna yang Anda gunakan dengan melihat  aspek-aspek dari perusahaan pemilik logo sendiri maupun audiens yang menjadi target pasar.
Ada tambahan? Silakan meninggalkan jejak di kolom komentar.

Tips Memulai Usaha Bidang Jasa

Bicara masalah usaha, ada banyak macamnya, dan itu semua bisa diaplikasikan asalkan kita mengerti cara menjalankannya. Ada yang bilang usaha di bidang jasa itu lebih sulit daripada usaha-usaha lainnya. Katanya lebih mudah menjual sembako daripada menjual layanan jasa. Tapi siapa sangka usaha di bidang jasa sangat mudah dan bisa mendapatkan untung 100% bahkan 300%.
Sekarang kami akan mengupas tips-tips memulai usaha di bidang jasa.
  • Berikan Layanan Melebihi Ekspetasi Pasar
Pelayanan yang melebihi ekspetasi pasar akan menjadi nilai lebih usaha jasa Anda. Karena usaha jasa sangat banyak dan tidak menjual produk apapun selain layanan. Pelayanan yang memuaskan akan membuat konsumen kembali menjadi pelanggan setia Anda.
  • Berikan Janji yang Realistis
Janji memang manis diucapkan, tapi terasa berat dilaksanakan, apalagi janji itu tidak sesuai dengan kemampuan usaha Anda. Janji yang muluk-muluk akan membuat konsumen bertanya-tanya dan tentunya merek akan menuntut janji Anda. Jika janji tidak ditepati sesuai kesepakatan, kepercayaan pelanggan akan hilang dengan sendirinya. Kalau memang Anda merasa tidak mampu memenuhi janji, lepaskan saja agar sama-sama tidak terbebani
  • Perbanyak Testimoni
Sebenarnya testimonial pelanggan adalah aspek yang penting di semua jenis usaha, tapi ini menjadi sangat penting di bidang usaha jasa, karena konsumen tidak melihat produk nyata. Testimoni akan sangat mendukung opini pasar terhada usaha jasa Anda.
  • Perlakukan Konsumen Layaknya Teman Istimewa
Komunikasi yang bagus dengan konsumen akan membuat jalinan tali bisnis menjadi kuat. Konsumen yang loyal akan memberikan segalanya untuk usaha Anda, bahkan mereka rela promosi ke teman-temannya tanpa dibayar sepeserpun.
Demikian tips dalam memulai usaha bidang jasa. Semoga bisa diterapkan dan sukses.

Bagaimana Bisnis Terlihat Lebih Profesional

Banyak pengusaha baru yang bermunculan setiap harinya, tapi tidak semua usaha mereka dikelola dengan profesional. Usaha yang dikelola dengan profesional akan bertahan lama, sedangkan usaha yang pengelolaannya asal-asalan kemungkinan besar akan cepat redup dan jatuh pada waktunya. Disini akan dibahas bagaimana agar bisnis terlihat lebih profesional. Tidak peduli bisnis yang Anda rintis bisnis kecil maupun besar.

  • Buatlah website yang elegan.
Ciri bisnis yang profesional zaman sekarang adalah memiliki website yang elegan. Kita bisa melihatnya di berbagai company besar Indonesia, semuanya memiliki website yang tampilannya elegan dan profesional. BCA, Mandiri, Prudential, Pizza Hut, KFC, dll. Jika Anda tidak mampu atau belum mengenal website sama sekali, percayakan kepada webdesigner yang terpercaya. Berikan content usaha Anda kepada webdesigner agar mereka mengolahnya menjadi website yang indah. Pelanggan akan melihat kesan profesional dari website Anda. Jangan lupa untuk memakai domain .com, co.id, org yang menjadi ciri bahwa perusahaan Anda resmi. Domain co.id dan org memiliki tingkat profesionalisme lebih tinggi dari domain .com. Karena domain co.id dan org hanya bisa dibeli oleh lembaga yang terdaftar.

  • Buatlah logo yang profesional.
Logo memang kecil kelihatannya, tapi logo tidak bisa kita remehkan. Logo memiliki daya tarik tersendiri untuk bisnis Anda. Silahkan membuktikannya sendiri. Banyak proposal bisnis yang kami tolak hanya karena tampilan logonya kurang meyakinkan. Bagaimana tidak, sebelum seseorang mendirikan bisnis, dia seharusnya sudah bisa membayangkan kemana arah tujuan dari logo. Karena logo memiliki filosofi yang kuat dan mampu mendorong perusahaan tetap teguh pada visi misinya.
Tidak semua designer bisa menciptakan logo yang elegan. Karena logo membutuhkan wawasan yang luas tentang ilmu bentuk, tipografi, dan warna. Bahkan ada juga jasa desain logo yang memasukkan ilmu feng shui ke dalamnya. Percayakan pada jasa desain logo yang sudah dipercaya agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Perkuat cara komunikasi bisnis.
Kemampuan komunikasi yang baik menunjukkan bahwa Anda siap menjadi partner bisnis yang istimewa bagi siapapun. Setelah melihat cara Anda berkomunikasi dengan pelanggan, pada akhirnya pelanggan akan melihat apa dibalik kesuksesan bisnis Anda. Tularkan hal ini kepada karyawan Anda. Buat mereka melayani pelanggan dengan komunikasi yang baik, sehingga pelanggan akan merasa istimewa. Kita bisa lihat bagaimana Telkomsel menghabiskan dana yang sangat banyak hanya untuk melatih customer service.
  • Buat laporan keuangan serapi mungkin.
Bisnis yang profesional tidak akan pernah lepas dari laporan keuangan yang rapi. Pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan rapi. Dengan itu maka keuntungan dan kerugian bisa kita perkirakan sedini mungkin. Pada akhirnya kita bisa membuat kebijakan jangka pendek dan jangka panjang. Lebih baiknya carilah akuntan yang ahli di bidangnya.
Bisnis yang dikelola dengan profesional akan sangat membantu pekerjaan Anda. Karena yang berjalan adalah sistem. Dengan itu, kita bisa mengembangkan bisnis kita ke level yang lebih besar
Salam Sukses.

Pengertian dan Arti Warna

Warna merupakan unsur yang sangat penting dalam Desain Grafis. Warna memegang peranan penting dalam Desain Grafis oleh karena itu kita harus mengerti arti warna, jangan sampai kita salah warna misalnya membuat website untuk perbankan tapi menggunakan warna dominan hitam!! (bisa-bisa pelanggan ragu dan tidak dipercaya karena kurang pas, tema hitam cocok untuk website games, hacking tool, Website photo Gallery, Photo Slide). Jadi hindari kesalahan dalam pemilihan warna.
Dalam pelajaran di Sekolah Pengertian Warna dapat diartikan sebagai adalah sebuah spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya yang sempurna / putih. Dalam dunia disain, Warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.
Warna bisa dikelompokkan menjadi beberapa Kelompok Warna yaitu :
  1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
  2. Warna kontras atau komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
  3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
  4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.

Warna Primer

Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah: Merah (seperti darah), Biru (seperti langit atau laut), Kuning (seperti kuning telur)
Ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa. Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder dengan warna primer menghasilkan warna tertier.
CMYK
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam.

Warna Sekunder

adalah warna yang dihasilkan dari campuran dua warna primer dalam sebuah ruang warna. Contohnya seperti di bawah ini. Dalam peralatan Grafis, terdapat tiga warna primer cahaya: (R = Red) merah, (G = Green) hijau, (B = Blue) biru atau yang lebih kita kenal dengan RGB yang bila digabungkan dalam komposisi tertentu akan menghasilkan berbagai macam warna. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. Di dalam komputer kita juga mengenal berbagai warna untuk kebutuhan desain Website maupun Grafis dengan kode bilangan Hexadecimal.
Berikut ini campuran warna RGB yang nantinya membentuk warna baru:
Merah + Hijau = Kuning
Merah + Biru = Magenta
Hijau + Biru = Cyan
Pada prinsipnya teori untuk pigmen seharusnya bisa diterapkan untuk warna cat juga. Tetapi cat yang mula-mula dipakai, pencampurannya dilakukan jauh sebelum adanya ilmu pengetahuan warna modern, dan karena pigmen yang tersedia pada masa itu juga terbatas. Khususnya warna pigmen cyan dan magenta alami sulit didapat, oleh karena itu dipakai warna biru dan merah. Dengan demikian sampai saat ini secara luas diajarkan bahwa merah, kuning dan biru adalah warna primer sedangkan jingga/orange, hijau dan ungu adalah warna sekunder.
Mengingat pentingnya warna maka mari kita mengetahui arti – arti warna dalam Desain Grafis / Disain Logo :
KUNING = Matahari, Cahaya, Kejayaan dan Keluhuran Budi.
MERAH = Api, Semangat dan Keberanian, Bahaya, Keamanan, Waspada.
BIRU = Kejujuran, ketekunan, dan pandangan yang luas, kedamaian, ketenangan, kepercayaan kepada diri sendiri, keseimbangan, semangat batin.
HIJAU = Uang, Keberuntungan, Menarik Perhatian, Keindahan, Menyejukkan
PUTIH = Lambang Kesucian dan Kejujuran, Kesopanan
ORANYE = optimisme dan dinamika
HITAM = Berwibawa, Elegan, Maskulin
Terima kasih, semoga bermanfaat

Jenis Garis dan Arti Garis dalam Desain Grafis

Garis atau line merupakan salah satu elemen dalam desain grafis atau desain komunikasi visual. Setiap garis memiliki makna. Garis merupakan sebuah unsur desain grafis yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lainnya sehingga bisa berbentuk suatu gambar. Garis juga merupakan unsur dasar yang digunakan untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

Jenis – jenis garis yang perlu anda ketahui beserta arti dan maknanya :

  • Garis Horizontal
    Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
  • Garis Vertikal
    Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
  • Garis Diagonal
    Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.
  • Garis Lengkung S
    Grace, keanggunan.
  • Garis Zig-zag
    Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.
  • Garis Bending up right
    Sedih, lesu atau kedukaan.
  • Garis Diminishing Perspective
    Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.
  • Garis Concentric Arcs
    Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.
  • Garis Pyramide
    Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.
  • Garis Conflicting Diagonal
    Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan.
  • Garis Spiral
    Kelahiran atau generative forces.
  • Garis Rhytmic Horizontals
    Malas, ketenangan yang menyenangkan.
  • Garis Upward Swirls
    Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.
  • Garis Upward Spray
    Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.
  • Garis Inverted Perspective
    Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
  • Garis Water Fall
    Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat.
  • Garis Rounded Archs
    Lengkung bulat mengesankan kekokohan.
  • Garis Rhytmic Curves
    Lemah gemulai, keriangan.
  • Garis Gothic Archs
    Kepercayaan dan religius.
  • Garis Radiation Lines
    Pemusatan, peletupan atau letusan.

Terima kasih, semoga jenis dan arti garis tersebut bermanfaat dan menambah wawasan kita

Sumber : IlmuGrafis.com

Istilah Desain Grafis Yang Wajib di Ketahui

Bagi kamu yang sudah malang melintang di dunia desain grafis tentu tahu jika profesi ini dipenuhi dengan banyak istilah. Namun bagi pemula dan masih belajar desain grafis, terkadang beberapa istilah masih terdengar asing ditelinga. Nah berikut ini beberapa istilah desain grafis yang wajib kamu tahu. Jika dirasa penjelasan masih kurang, silakan googling untuk pemahaman lebih lanjut.

1. Raster Dan Vektor

Gambar raster atau ada yang menyebut gambar bitmap adalah gambar yang terbentuk dari kumpulan pixel atau titik yang tersusun menjadi warna dan bentuk tertentu.
Contoh gambar raster adalah foto. Photoshop dan GIMP adalah salah satu raster editor yang paling familiar. Dengan software ini kamu bisa memanipulasi warna dan merubah sifat piksel. Namun karena raster mengandung jumlah piksel tertentu yang terbatas, merubah ukuran bisa menjadi lebih rumit. Misalnya, jika piksel sebuah foto berukuran kecil dan kamu ingin membesarkannya, maka kualitas foto akan menurun.
Gambar vektor terdiri dari titik-titik (point) yang masing-masing ditentukan oleh titik koordinat X dan Y. Titik-titik ini berpadu menjadi sebuah bentuk tertentu, dan kamu bisa mengisinya dengan warna. Gambar vektor bisa diubah menjadi ukuran berapapun tanpa harus takut kehilangan kualitas gambar. Contoh software pengolah vektor adalah Adobe Illustrator, CorelDraw dan Inkscape.
Karena gambar vektor ini fleksibel dari segi ukuran maka menjadi software yang paling direkomendasikan untuk membuat logo atau ilustrasi atau grafis lain yang akan ditempatkan diberbagai media dengan banyak ukuran yang berbeda.

2. CMYK Dan RGB

CMYK adalah singkatan dari Cyan Magenta Yellow Black. Ini adalah warna standar desain yang akan dikirim ke proses cetak atau printer. Jadi jika kamu ingin mengirim desain brosur ke dalam mesin cetak, gunakanlah pengaturan warna CMYK atau kamu akan mendapatkan hasil cetak yang berbeda dari yang terlihat dimonitor.
Warna RGB (Red Green Blue) adalah tipikal warna yang digunakan untuk tampilan monitor komputer atau televisi, kamera digital, smartphone dll.
Karena CMYK memiliki gamut warna yang terbatas dibanding RGB, maka akan beresiko kehilangan warna ketika mengkonversi warna RGB ke CMYK. Maka berhati-hatilah saat mendesain, selalu perhatikan outputnya nanti akan dibawa kemana, cukup tampil dimonitor atau akan ke proses cetak.

3. DPI Dan PPI

Resolusi terkadang menjadi istilah yang membingungkan. Ada dua singkatan saat kita membicarakan tentang resolusi yaitu DPI dan PPI.
DPI harus kamu perhatikan saat membuat atau mengedit gambar untuk dicetak. DPI atau Dot Per Inch mengacu pada jumlah titik per inci per halaman cetak. Secara umum, semakin banyak dor per inci maka kualitasnya akan semakin baik. Standar DPI untuk printing adalah 300 DPI.
Sedangkan PPI adalah Pixel Per Inch yang mengacu pada jumlah piksel per inci dalam sebuah gambar. Jika kamu memberbesar sebuah gambar di Photoshop, maka akan mengurangi jumlah piksel per incinya, artinya kualitas gambar akan menurun.
Ingat ya gaes, resolusi hanya berlaku untuk pengolahan gambar raster, karena vektor tidak bekerja menggunakan itu.

4. Tipografi (Typography)

Sederhananya, tipografi adalah seni mengatur huruf atau tulisan. Tipografi menjadi salah satu dasar desain grafis yang sangat penting dan setiap desainer grafis harus memahaminya lebih dalam.
Seorang desainer grafis harus tahu jenis huruf serif dan sans-serif, pengaturan kerning yang baik, ukuran huruf dsb. Kamu bisa baca pada artikel singkat yang membahas tentang tipografi.

5. Grid

Mudahnya, grid dalam desain grafis adalah serangkaian garis vertikal dan horisontal yang berpotongan yang digunakan untuk memudahkan mengatur dan membuat kerangka desain. Grid digunakan agar lebih mudah dan tepat dalam mengatur komposisi dan keseimbangan (balance) antara tulisan dan gambar. Baca lebih lanjut tentang cara membuat komposisi yang baik.
Dalam software grafis baik itu Illustrator, Photoshop atau Coreldraw memiliki cara masing-masing untuk menampilkan grid.

6. Logo Vs Brand

Logo adalah salah satu karya grafis yang kuat; logo yang baik bekerja sebagai pengingat instan dari perusahaan atau produk tertentu dan bagi desainer sendiri mewakili sebuah tantangan besar dalam merumuskan esensi klien menjadi sebuah gambar tunggal. Logo yang baik bisa bertahan dalam waktu yang lama (timeless) dan akan mudah dikenal oleh banyak orang bahkan hanya dengan sebuah potongan kecil logo.
Apakah logo sama dengan brand? Tidak. Logo adalah bagian dari proses branding. Tetapi biasanya logo adalah bagian yang paling menonjol dari sebuah brand. Branding mengandung pengertian yang lebih luas daripada sekedar desain logo. Identitas merek (brand) yang baik dibangun secara hati-hati dari berbagai elemen dan logo merefleksikan elemen-elemen ini dan bekerja dalam sistem brand itu sendiri.
Demikian. Semoga bermanfaat.

Tips Meningkatkan Produktifitas Para Desainer

Produktifitas dan menagement waktu adalah hal penting dalam pekerjaan kita. Cara meningkatkan produktifitas kerja para desainer kini semakin dicari. Hari ini AhliDesain dengan senang hati membagi beberapa tips tentang bagaimana meningkatkan produktifitas kerja yang sering kali dipakai dan dijalankan oleh para master pekerja desain, dan bahkan terkadang secara tidak disadari pernah kita lakukan. Begitu pula Anda akan menemukan beberapa tips yang mungkin sama dengan tips produktifitas kerja dari para desainer atau para motivator.

Sebagian besar dari tips desain yang ada dalam daftar tips meningkatkan produktifitas kerja ini dapat dipakai dan dilakukan oleh setiap jenis orang yang kreatif. Kami berharap Anda dapat menemukan serangkaian tips ini berguna dan dapat membantu Anda untuk mempersingkat waktu dan tentu saja untuk dapat melakukan lebih banyak lagi. Dan juga kami ingin mengetahui teknik apa yang Anda gunakan dalam produktifitas kerja. Rolong, bagikanlah kepada kami pengalaman Anda melalui komentar yang ada dibawah.

1. Perencanaan

Perencanaan adalah hal terbaik untuk menyimpan waktu dan menjadi lebih produktif. Anda mempunyai banyak hal yang ingin Anda lakukan, bukan? Mulailah secepat mungkin, sekarang untuk berpikir bahwa dengan cara ini Anda akan dapat mengerjakan apapun dengan lebih cepat dan lebih baik. Salah! Anda harus meluangkan lebih banyak lagi waktu Anda untuk merencanalan apa yang paling penting untuk dilakukan, apa yang kurang perlu dan kemudian tentukan mana pekerjaan yang tidak dapat ditunda. Secara personal saya menggunakan perencanaan dan sketsa sebelum membuat setiap tutorial yang ada di AhliDesain. Pertama, saya membuat sketsa sederhana dengan pena ata pensil di notebook kesayangan saya, kemudian sedikit demi sedikit menambahkan detail, setelah itu mengoreksi dan aha! Banyak waktu terbuang dalam mendesain dan bereksperiman hanya untuk komposisi dan detail visual terselamatkan.
2. Gunakan daftar To-Do
To-Do list membantu untuk tetap terorganisir dan fokus hanya pada hal-hal penting. Juga merupakan alat untuk mengingat hal-hal yang biasanya Anda lupa untuk melakukannya. Saya sedang berbicara tentang tugas-tugas kecil seperti panggilan telepon, email balasan dll Anda dapat menggunakan real-post it notes atau yang virtual (contoh : hottnotes).

3. Singkirkan gangguan

Kadang-kadang sangat sulit untuk memulai pekerjaan Anda karena banyak gangguan yang menyita waktu dan perhatian. Jika Anda benar-benar ingin menjadi produktif dan fokus pada saatnya bekerjam, matikan Skype, yM, TweetDeck (atau aplikasi lain yang Anda gunakan untuk Twitter). Juga email dan facebook yang memeriksa update setiap 5 menit adalah musuh produktivitas terbesar Anda. Gangguan bisa saga berupa TV, radio, hewan peliharaan atau bahkan keluarga. Jadi cari tempat di mana Anda nyaman dan dapat menjadi produktif sebaik mungkin dan mulailah bekerja.

4. Buatlah diri Anda disiplin

Buatlah bentuk disiplin yang realistis dan apa yang lebih penting, berusahalan untuk bekerja pada hal yang seperti itu. Misalnya mengatur waktu untuk memeriksa Facebook, Twitter dan account email. Tetapkan batas waktu untuk membaca blog, berita atau hal-hal lain yang Anda sukai.

5. Jangan bekerja terlalu banyak

Ya itu terdengar EDAN! tetapi bekerja dengan lebih sedikit waktu, Anda akan lebih produktif dan kualitas pekerjaan Anda akan dalam kondisi prima. Jangan mencoba untuk bekerja 12-18 jam / hari karena pada akhirnya Anda akan lebih lambat, pikiran Anda akan suatu tempat di luar pekerjaan dan apa yang paling penting dari kualitas pekerjaan akan lebih rendah. Penelitian membutikan bahwa bekerja dibawah 6 jam dalam satu hari akan membuat seseorang menjadi lebih bahagia, lebih produktif dan sehat. Memang tidak setiap orang bisa melakukannya, namun dengan usaha kita dapat melakukannya, minimal mengurangi TANGGUNGAN pekerjaan.

6. Bekerjalah di waktu yang pendek

Saya telah membaca saya banyak (buuuuuuuuanyak) artikel tentang produktivitas dan manajemen waktu. Saya benar-benar menyukai teknik Pomodoro atau hanya teknik 25 menit kerja. Buatlah jangka waktu 25 menit, 30 menit atau 40 menit dan bekerja, hanya fokus pada pekerjaan, ya itu sulit, tapi kemudian Anda akan memiliki istirahat cukup, minum secangkir air atau bernafas segar udara luar, bukankah itu memotivasi?

7. Selalu fokus pada tugas tunggal (Serial)

Jika Anda membuat kartu nama, jadi desainlah kartu nama saja, tetapi jangan mencoba untuk menulis posting blog atau membuat logo pada waktu yang sama. Alasan yang masuk akal adalah pertama, Anda akan mengerjakannya dengan kualitas yang rendah, kedua Anda akan kehilangan perhatian dan ketiga – Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu melakukan tugas-tugas pararel, karena Anda menghabiskan beberapa detik beralih dari Photoshop ke editor teks atau dashboard blog pada browser Anda dll

8. Pikirkan tentang tujuan Anda

Sebelum memulai pekerjaan berpikirlah tentang tujuan Anda yang paling menggairahkan dan memotivasi Anda, misalnya anda ingin pergi ke Bali untuk liburan Anda berikutnya sehingga Anda berpikir tentang matahari, tiupan angin ditamani segelas ice juice, deburan ombak, pijatan relaksasi dan mungkin Anda akan memasukkan suasana hati Anda ke dalam ruang lingkup kerja dan pada ujungnya Anda akan lebih produktif.

9. Mendengarkan musik

Mendengarkan musik pada saat bekerja tidak untuk semua orang. Hal ini mungkin berlaku jika Anda adalah orang yang suka mendengarkan musik sambil membaca. Yang paling penting adalah bahwa Anda harus memilih sebuah genre yang tidak mengalihkan perhatian Anda dan tidak mengambil perhatian Anda terhadap karya desain Anda. Musik akan membantu Anda untuk menjadi lebih produktif atau kreatif (musik yang membangkitkan gairah dan motivasi). Secara pribadi saya mendengarkan musik dangdut (aye!) dengan volume rendah. Bangun di pagi hari bolehlah putar musik dangdut koplo dengan hentakan keras dan nge-beat, tapi kalau sudah waktu bekerja saya memilih dangdut slow.

10. Tetap Terorganisir

Anda adalah perancang, pengembang, ilustrator apapun, Anda menggunakan sumber daya (resources). Tekstur, pattern, font, ikon, vektor, gambar foto semua hal yang ada di harddisk Anda. Setiap kali Anda mencoba untuk menemukan di mana mereka berada dan Anda akan menghabiskan banyak waktu. Buat beberapa folder, misalnya Design, Kode, Grafis dan menempatkan semua file ke folder tersebut. Jangan terlalu diatur, jangan membuat folder terlalu banyak karena itu tidak cerdas dan Anda akan menghabiskan detik membuka dan menutup folder tersebut, detik menjadi hitungan menit dan bahkan jam dalam jangka panjang, misalnya Anda memiliki sepuluh folder yang tidak perlu, Anda menghabiskan 0,5 detik untuk membukanya dan 0,5 untuk menutupnya.
Jika Anda menggunakan mereka setiap hari: 10 folder x 0,5 detik x 2 x365 = ~ 1 jam / tahun hanya untuk membuka folder! Pikirkan tentang hal ini. Jika perlu buatlah shortcut pada destop Anda namun sekali lagi jangan terlalu banyak karena dapat membuat karya wallpaper kesayangan Anda tertutupi, bila memungkinkan gunakan shortcut keyboard global untuk masuk ke dalam folder tersebut, sudah banyak software yang mengcover masalah ini.
11. Gunakan Template
Jangan mencoba untuk menciptakan apapun setiap saat. Jika Anda adalah seorang web desainer membuat template psd kosong dalam resolusi yang sama, tambahkan pedoman, grid, membuat kelompok dan menyimpannya dalam format PSD untuk proyek-proyek masa depan. Pikirkan tentang berapa banyak waktu Anda habiskan setiap kali melakukan tugas-tugas tersebut. Begitu pula Anda desainer grafis, menggunakan template bukanlah sesuatu yang hina atau merendahkan kualitas desain Anda. Minimal template yang seharusnya menghasilkan sesuatu kesan berbeda harus bisa ditangani dengan baik, tidak semua template karakter untuk setiap produk pada proyek berbeda bukan? Mereka mempunyai kesan dan image mereka masing-masing.
Bagaimana dengan Anda? Apa yang telah Anda upayakan untuk meningktkan produktifitas kerja Anda sebagai desainer? Tolong, berbagilah dengan kami.

Desain Logo tidak harus Mengambarkan apa yang diproduksi.

Ada banyak cara untuk berkomunikasi secara visual dan begitu pula cara kita mengadaptasi sebuah simbol untuk dijadikan desain logo pada suatu perusahaan. Sejumlah kasus pada desain logo yang cukup populer telah mebuktikannya dan mungkin Anda juga sudah tahu siapa mereka. Logo tersebut sukses. Untuk mengatakan makan tidak harus kita gambarkan orang sedang melahap makanannya. Sama halnya ketika sakit kepala bukan berarti kepala secara fisik yang sakit, bisa saja pusing gara-gara mikirin pacar yang tak kunjung sms.
Logo xerox bukanlah simbol mesin fotokopi, logo fedex juga bukan lambang kurir, logo amazon malah tidak menyangkut hutan, logo kereta api Indonesia sedikitpun tidak mirip lokomotif, mencintai alam bukan berarti memeluk pohon sambil menciumnya.
Logo tentang komputer tidak harus menunjukkan gambar komputer sehingga bersinergi dengan teknologi, logo tukang sunat tidak harus menampilkan *sensor*, logo warung kopi / cafe tidak melulu simbol segelas kopi hangat, logo tukang cukur juga tidak wajib simbol gunting, desain logo traveling tidak selalu harus menggunakan simbol mobil, desain logo toko obat tidak perlu menunjukkan obat.
Desain Logo Starbucks Tidak Ada Simbol Kopinya
(diambil dari strabucks.com)
All other trademarks and copyrights are property of their respective owners
Hanya karena itu dianggap relevan, tidak berarti Anda tidak bisa melakukan lebih baik dengan menggunakan alternatif desain lain yang tidak menggambarkan produk atau layanan yang ditawarkan oleh klien Anda. Pada dasarnya Anda akan mempresentasikan desain logo Anda kepada klien dan membuat yakin bahwa desain Anda sudah benar dan tepat adalah bukti Anda sedang berkomunikasi.
Jika Anda tidak berhasil meyakinkannya juga bukan berarti desain logo Anda jelek atau kurang pas namun cara Anda mengatakan apa yang Ada dalam benak Anda tentang desain logo yang telah dibuat kurang meyakinkan klien. Mungkin juga pembahasan Anda kurang win-win. Anda tidak paham apa yang ingin didengar oleh klien dari ucapan Anda yang seorang desainer. Ubah tata bahasa Anda, beri pencerahan klien Anda, kurangi egoisme Anda, berpikirlah layaknya klien dan bertidak sebagai seorang desainer profesional. Kita desainer adalah pemecah masalah sumber solusi, begitu katanya.