Jangan Pernah Remehkan Waktu! 3 Hal Ini Bikin Lo Nyesel Banget

Kerugian manajemen waktu yang buruk – Pepatah arab mengatakan “waktu layaknya pedang, apabila kamu tak dapat memotongnya, maka kamu yang akan terpotong”. Sebegitu berharganya waktu hingga diibaratkan bagai pedang. Begitulah kekuatan waktu, terus berdetik dan tak akan berhenti sampai batas tertentu. Manusia harus pandai mengatur waktu. Atau waktu yang akan mengatur manusia tersebut.

Kebanyakan orang yang pandai mengatur waktu, pasti hidupnya terorganisir, dan rapi. Orang-orang yang sukses pasti pandai mengatur waktu dalam hidupnya. Jadi, jika ingin menjadi orang sukses tentunya harus pandai mengatur waktu terlebih dahulu. Waktu memang sangat berharga. Tetapi, apa saja kerugian manajemen waktu yang buruk? Coba simak hal-hal berikut ini, dan jadikan renungan tentunya.

  1. Bingung
    Bingung, berantakan, linglung, pasti dirasakan bagi orang yang tidak pandai mengatur waktu. Tidak bisa membedakan mana waktu yang tepat untuk mengerjakan sesuatu. Sehingga mengganggu aktivititas lainnya. Sering sekali merasa tidak cukup waktu untuk mengerjakan hal yang semestinya dapat dilakukan saat itu juga.
  2. Pemalas
    Kerugian manajemen waktu yang buruk paling sangat dirasakan membuat seseorang menjadi pemalas. Sering menunda-nunda pekerjaan sehingga menumpuk. Dan ketika jatuh tempo maka bingung untuk mendahulukan pekerjaan yang harus didahulukan. Orang pemalas sangat tidak disukai oleh masyarakat. Perusahaan atau orang yang membutuhkan karyawan, pasti mendahulukan memilih orang yang rajin, royal, telaten, ulet dan cakap dalam kepribadian dan pekerjaan. Tidak hanya mendahulukan sekolahnya. Karena kepribadian dan sifat adalah yang lebih utama.
  3. Kehilangan kesempatan
    Kesempatan emas tidak datang dua kali. Begitu banyak orang yang yang berkata demikian. Apabila seseorang sering bingung untuk mengatur waktu, sehingga menyebabkannya menjadi seorang pemalas. Ketika penyakit malas itu kambuh, dapat menghancurkan segala pekerjaan. Contoh kecil, dalam perencanaan jadwal kuliah. Jika seseorang tidak bisa mengatur waktu dengan baik, maka dia akan memilih jadwal secara full day. Padahal jadwal itu bisa saja dibuat hanya empat hari. Sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk aktivitas bermanfaat lainnya.

Kata Siapa Kerja Itu Capek Banget? 4 Tips Ini Bikin Kamu Makin Semangat

Agar bekerja tidak terlalu capek – “Lebih baik kerja aja daripada belajar”, ini adalah pemikiran yang sering muncul pada siswa bahkan mahasiswa. Karena mereka merasa bosan ataupun capek dan malas dalam belajar. “Nggak bersyukur banget, capek-capek kerja tinggal belajar kok susah”, pemikiran ini kerap muncul di kalangan orang dewasa tentunya.

Kebalikan dari fenomena di atas, bagi yang sedang belajar ingin bekerja karena capek belajar. Bagi yang sedang bekerja justru ingin kembali ke masa sekolah saja karena capek bekerja. Sungguh hal yang sangat membingungkan.

Semua orang pasti melewati beberapa fase dalam kehidupan. Dimulai dari sekolah sampai bekerja jika sudah dewasa nanti. Ada juga beberapa diantaranya yang tidak melewati beberapa fase tersebut. Ada yang tidak sekolah dan langsung bekerja. Adapula yang sekolah saja, namun tidak bekerja. Banyak alasan tentunya. Seperti contoh pengangguran yang memang belum mendapat pekerjaan, atau pemberhentian secara paksa, ada bahkan malas bekerja karena capek.

Buang jauh-jauh pemikiran tentang bekerja itu capek. Beberapa tips berikut layak untuk dicoba agar bekerja tidak terlalu capek.

  1. Niat
    “Segala sesuatu berawal dari niat, dan sesungguhnya setiap orang mendapat ganjaran atas apa yang diniatkan” seorang pepatah arab berkata demikian. Coba menata niat bekerja dengan baik. Dengan selalu meniatkan segala sesuatu, pasti akan menambah semangat dalam segala pekerjaan.
  2. Cinta
    Cinta memang membuat segalanya seperti berbunga-bunga. Coba cintailah apa yang sedang kamu kerjakan. Apabila pekerjaan itu dicintai, dan ketika suatu saat rasa capek itu datang, maka cinta penangkal ampuh agar bekerja tidak terlalu capek.
  3. Olahraga
    Selingi olahraga ringan di sela-sela kesibukan agar bekerja tidak terlalu capek. Seperti menggerakkan anggota tubuh ke kanan dan ke kiri. Jika pekerjaan di depan computer, cobalah untuk melihat ke kanan dan kiri dan tak hanya terpaku ada computer saja, agar bekerja tidak terlalu capek
  4. Makanan bergizi dan vitamin
    Hal yang terakhir adalah menjaga kesehatan badan dengan memakan makanan bergizi. Kebutuhan tubuh harus diperhatikan. Bisa juga dengan menambahkan vitamin sebagai suplemen. Asupan gizi terpenuhi, berpengaruh juga pada kondisi badan.

Dahsyatnya Logo bagi Usaha

Logo adalah aspek penting dari bisnis pemasaran. Sebagai representasi grafis utama bisnis, desain logo yang baik menjangkari brand bisnis Anda dan menjadi satu-satunya manifestasi paling nyata dari bisnis dalam target market. Untuk alasan ini, logo yang dirancang dengan baik merupakan bagian penting dari strategi pemasaran secara keseluruhan setiap bisnis.

Tujuan
Logo sebuah brand dimaksudkan untuk menjadi “wajah” dari sebuah bisnis. Mereka adalah perwujudan tampilan grafis dari keunikan identitas sebuah usaha. Melalui warna, font dan gambar, Desain Logo yang baik memberikan informasi penting tentang perusahaan yang memungkinkan pelanggan untuk mengidentifikasi dengan merek inti dari sebuah bisnis. Logo juga merupakan cara singkat untuk mengacu pada usaha Anda dalam sebuah iklan dan marketing, logo juga menyediakan titik pondasi untuk berbagai font, warna dan pilihan desain di semua materi pemasaran bisnis lainnya.

Prinsip Desain
Desain logo yang baik harus unik dan dipahami calon pelanggan Anda. Meskipun ada pilihan segudang untuk warna, elemen visual dan tipografi, pada umumnya logo akan membantu menyampaikan beberapa informasi tentang usaha Anda, atau dirancang dengan memberikan makna usaha maupun industri Anda. Sebagai contoh, perusahaan mutakhir dan perusahaan teknologi cenderung memiliki logo menyudut untuk menyampaikan kecepatan, sementara perusahaan berorientasi layanan memiliki logo yang cenderung rounded untuk menyediakan sense dari sebuah pelayanan dan rasa kepercayaan.

Brand Identity
Logo adalah Jendral dari komponen identitas visual sebuah brand secara keseluruhan. Logo muncul pada alat tulis, website, kartu nama dan iklan. Untuk itu, sebuah logo yang dirancang dengan baik dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan bisnis, sementara logo standar dapat menyiratkan keamatiran dan mematikan calon pelanggan. Namun, logo harus berpadu dengan baik dengan aspek lain dari representasi visual atau elemen grafis dari bisnis Anda. Tidak ada logo yang meskipun didesain dengan baik, dapat terlihat baik pula saat dikelilingi oleh elemen grafis bertentangan atau font tidak konsisten. Inilah sebabnya mengapa logo adalah unit dasar dari sebuah identitas brand yang lebih besar mencakup corporate font, warna dan pedoman dokumen-desain.

Return on Investment
Sebagai konsumen yang tumbuh untuk mengetahui, menyukai dan mempercayai brand tertentu, mereka lebih cenderung untuk merespon secara positif pertemuan berturut-turut dengan logo – berpotensi menyebabkan kenaikan penjualan atau peningkatan mind share dalam target market. Selain itu, desain logo yang baik menyiratkan tingkat profesionalisme dan kompetensi yang dapat membantu mengarahkan calon klien dalam memilih bisnis yang dituju daripada kompetitor yang tidak memiliki logo atau logo dengan kualitas di bawah standar.

Kesalahan Umum
Usaha Kecil dan Menengah sering bermain cepat dan terkesan tidak peduli dengan sebuah logo, tidak terlalu mementingkan ukuran standar untuk mereka dan seringkali berkutat dengan material material berupa clipart yang bersifat instan. UKM juga menghindari hal hal yang menciptakan kembali logo yang telah mereka desain untuk tujuan tertentu (misalnya, kop surat dan kartu nama) atau memiliki versi yang “sama-tapi-tidak-sama” untuk tujuan cetak dan online.

5 Tips Bisnis dari Jasa Desain Logo yang Mampu Menarik Konsumen

Keberadaan logo merupakan hal penting dalam suatu bisnis, sebab logo merepresentasikan usaha, produk yang diciptakan, atau jasa yang dilakukan. Suatu kebanggan tersendiri jika memiliki logo sendiri dalam suatu bisnis, sehingga bisa dikenal masyarakat dengan brand image yang memiliki identitas khusus. Apalagi kalau logo tersebut terbilang unik, itu artinya pebisnis sudah mampu menarik hati konsumen secara tidak langsung.

Sekarang ini masyarakat banyak yang berkecimpung dalam dunia bisnis, Banyak pegiat bisnis usia muda merintis bisnis demi kelangsungan hidup yang lebih baik. Maka dari itu kita bisa disebut sebagai para Pejuang Merdeka. Kita para Pejuang Merdeka yang ingin lepas dan merdeka dengan berwirausaha, lebih baik segera terapkan strategi-strategi bisnis dalam pemasaran produk.

4 Strategi Penting dalam Bisnis

Cara menguasai pangsa pasar sebenarnya sangat mudah, bagi Sobat Pejuang Merdeka yang mengetahui mendalam strategi bisnis. Strategi inilah yang mungkin tidak semua pebisnis menguasainya. 4 strategi marketing ini dalam dunia bisnis sering disebut dengan 4P, yaitu (product, place, price, promosi) yang sering juga disebut Marketing Mix.

  1. Product (produk) / Packaging
    Cara pebisnis dalam hal ini adalah melakukan pembaharuan terhadap jenis produk tersebut, meningkatkan kualitasnya, berinovasi dengan desain dan model yang dibedakan, memberi kemasan, warna, bentuk, ukuran, standar, merek dibuat sedemikian menarik. Diharapkan konsumen tetap mampu setia dengan produk-produk yang dibuat.
  2. Place (tempat)
    Tempat dicarikan yang menarik, agar konsumen bisa menjangkau secara strategis. Hal ini membuat konsumen merasa nyaman, efesien, dan tidak membuang banyak uang atau biaya. Pebisnis yang menerapkan hal ini akan mengerti tempat strategi yang cocok dengan peluang produk yang diciptakan. Semakin bagus tempatnya, maka akan berpengaruh terhadap nilai jual produk kita. Misal, harga Coca-Cola (bukan promosi) di Hotel dengan di pedagang kaki lima tentu akan berbeda bukan?
  3. Price (harga)
    Strategi harga yang digunakan adalah terjangkau dan paling efisien bagi konsumen. Produk yang berkualitas pasti berharga mahal, namun tidak semua yang berharga mahal selalu berkualitas. Maka dari itu Sobat Pejuang Merdeka harus amati dan harus bisa mengetahui keadaan pasar. Harga yang cukup murah atau harga yang cukup mahal juga bisa jadi faktor untuk mengangkat marketing value dari brand kita
  4. Promosi
    Hal utama yang diperhatikan dalam kesuksesan bisnis, karena tanpa adanya promosi masyarakat tidak mengetahui produk tersebut. Salah satu jenis promosi biasany menggunakan logo yang diletakkan dalam suatu iklan atau campaign, sehingga sambil berpromosi, audiens kita akan melihat brand mana yang melakukan promosi tersebut

5 Tips Agar Logo Usaha Kita Mengena di Hati Masyarakat Atau Konsumen

Berbicara tentang strategi promosi, penggunaan logo sebagai tanda pengenal produk adalah satu hal penting yang tidak boleh lepas dari suatu bisnis. Berikut ini tipsnya,

  1. Sederhana
    Logo dibuat bukan sebagai ajang penjurian yang berkaitan dengan ketrampilan tipografi atau kemampuan dalam menciptakan berbagai macam ilustrasi. Logo sebaiknya dibuat sesimple mungkin namun mengena dihati masyarakat, sebab logo yang diciptakan termasuk presentasi dari produk itu. Sekarang tidak perlu khawatir, karena jasa desain logo yang bertebaran di internet mampu menjawab tantangan tersebut.
  2. Serbaguna
    Buatlah logo yang bisa digunakan dalam setiap kegiatan, logo tidak menampilkan kesan penuh dimata konsumen. Maka, konsultasilah dengan rekan atau kerabat Anda yang berpengalaman, atau konsultan branding yang memahami betul tentang identitas usaha.
  3. Mempunyai keunikan
    Logo usaha harus mempunyai keunikan, unik adalah faktor pertama dari terkenalnya suatu usaha dengan penyebutan-penyebutan di masyarakat. Maka, sebelum menggunakan logo pastikan mengkonsultasikan dengan para pemilik jasa desain logo, tentang keunikan logo.
  4. Sesuai dengan Bisnisnya
    Penggunaan logo baik tulisan atau yang lain usahakan menggunakan logo yang dapat mewakili usahanya secara profesional. Misalnya logo restoran tidak akan mewakili bisnisnya apabila dipakai untuk perusahaan oil dan gas.
  5. Penuh makna
    Sebuah logo, selain mempunyai keunikan harus penuh dengan makna. Pemahaman makna hanya dengan melihat logo, bisa menjadi satu hal pemikat hati para konsumen untuk berinteraksi dengan usaha Sobat Pejuang Merdeka.

Nah, dari daftar tips di atas, Sobat Pejuang Merdeka bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan jasa desain logo terkait, tujuannya agar logo tersebut memang pantas untuk bisnis. Jangan sungkan juga untuk bertanya kepada sekeliling kita dalam mendapatkan selera pasar yang cocok perihal image brand kita, dan pastikan logo yang sudah dipilih membawa kebaikan dalam bisnis kita.

Salam hangat dan sukses selalu.

10 Situasi untuk desainer sebaiknya bilang “Tidak” pada klien

Apakah kamu pernah diminta seorang klien untuk mendesain logo atau grafis dengan meniru konsep atau style atau keduanya dari karya orang lain? Kalau pernah, apa jawabanmu? Tidak? Atau iya, persetan dengan desainer lain yang penting dapat bayaran.
Hmm memang sih klien adalah seseorang yang ‘istimewa’ buat kita dan tak harus selalu mendapatkan jawaban IYA ketika mereka meminta sesuatu. Terkadang ada klien yang sangat egois dan tidak mau tau yang penting mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika kamu menghadapi klien yang demikian, maka ada saatnya kamu tidak perlu sungkan untuk menolak dan mengatakan tidak kepada klien. Sebagai desainer grafis, kita semestinya turut mengedukasi klien agar tidak semena-mena hanya karena mereka yang punya uang dan membayar kita.
Berikut ini 10 situasi dimana sebaiknya seorang desainer mengatakan ‘tidak’ kepada klien. Artikel ini diadaptasi dari artikel asli yang dibuat oleh Pixelo dalam bahasa Inggris. Yuk simak agar kamu punya kekuatan untuk mengatakan TIDAK kepada klien pada situasi yang tepat.

  • Apakah kamu bisa membuat desain yang serupa dengan karya orang lain?
  • Tidak! Minta desainer itu membuatnya jika Anda menyukai style-nya.
  • Kami membuat ini di MsWord, bisakah Anda meneruskannya dari sini?
  • Tidak! Selesaikan sendiri. Anda bisa mendesain di MsWord, artinya ada punya bakat hebat.
  • Bisakah kamu bekerja gratisan?
  • Tidak! Saya punya keperluan yang harus dibeli dan dibayar.
  • Tiba-tiba kami ada ide lain, bisakan kamu mengubah seluruh desain?
  • Tidak! Kecuali Anda mau membayar dua kali lipat.
  • Kami belum memiliki materi, bisakah kamu hanya mendesainkan draft-nya?
  • Tidak! Anda pikir saya seorang peramal?
  • Ini mendesak, bisakah Anda bekerja benar-benar amat sangat cepat sekali?
  • Tidak! Otak saya tidak memiliki fitur time-lapse.
  • Istri saya suka warna Pink, bisakah Anda mengganti warna yang dominan?
  • Tidak! Pink tidak berhubungan dengan kampanye ‘Go Green’.
  • Budget kami mepet, tapi kamu akan mendapatkan banyak ‘exposure’.
  • Tidak! Saya sudah memiliki banyak exposure di kamera saya.
  • Bisakah kamu menurunkan tarifmu?
  • Tidak! Saya banyak keperluan yang harus dibayar, ingat?
  • Bisakah kamu mengambil logo dari website kami?
  • Tidak! Logo itu tak lebih dari 200px dan Anda ingin desain billboard 5x10m.

Bagaimana Cara Mendapatkan Desain Yang Efektif

Seperti apa desain yang sebenarnya Anda butuhkan (ingat bukan yang Anda inginkan)? Bagaimana sebuah logo bisa diciptakan dengan keunikan yang tinggi? Bagaimana menghasilkan desain yang bisa menjangkau audience?

Siang itu pelanggan berkata kepada pembuat kue, “tolong buatkan saya kue ulang tahun untuk anak saya, besok saya akan kembali lagi untuk mengambilnya”. Keesokan harinya pelanggan datang kembali dan mengetahui kue pesanannya ternyata tidak dikerjakan oleh pembuat kue.
Cerita di atas adalah contoh pelanggan yang tidak menghargai dirinya sendiri.

Mengapa kami katakan tidak menghargai dirinya sendiri? Karena sekalipun pembuat kue mengerjakannya pasti hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkannya karena informasi yang diberikan terlalu dangkal.
Pembuat kue tidak mengetahui berapa usia anaknya, jenis kelamin, dan tema apa yang ingin dibuatkan serta kue jenis apa yang diinginkan.
Jika pelanggan tersebut menghargai dirinya sendiri tentunya ia akan memberikan informasi yang lengkap, karena ia tahu bahwa kue yang ia pesan untuk memenuhi kebutuhannya bukan untuk memenuhi kebutuhan pembuat kue.
Hal seperti ini banyak pula terjadi pada desainer grafis inhouse yang bekerja untuk perusahaan tertentu. Tidak jarang seorang atasan hanya memberikan pekerjaan seperti pelanggan kue pada contoh di atas “tolong buatkan saya brosur bla bla bla yang bagus”.
Jika dianalogikan, hubungan yang baik antara desainer grafis dengan klien atau atasan adalah seperti seorang dokter dengan pasien.
Dokter akan menanyakan dengan rinci seputar keluhan-keluhan pasiennya sebelum memastikan penyakit apa yang diderita dan obat apa yang cocok untuk pasiennya. Karena tahu bahwa dokter tidak mungkin dapat menyembuhkan penyakitnya sebelum ia memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan, pasiennya pun dengan senang hati memberikan informasi rinci yang dibutuhkan dokternya.
Di dalam desain grafis tahapan ini bisa didapatkan dengan cara klien atau atasan mengisi kuesioner yang diberikan oleh desain grafis. Untuk kemudian melalui data yang didapat desainer akan mulai melakukan riset dan proses-proses lainya.
Setelah data-data yang didapat dari hasil riset telah cukup, maka mulailah desainer grafis masuk pada tahap menyusun creative brief.
Creative brief adalah tahapan dimana desainer mengolah data dari hasil temuan-temuan yang didapat melalui hasil riset. Karena itu mengisi kuesioner dengan lengkap dan jelas menjadi sangat penting untuk setiap proyek desain karena akan memberikan semua informasi yang diperlukan oleh desainer.
Dengan adanya data-data melalui kuesioner, desainer akan mengetahui latar belakang permasalahan yang Anda hadapi. Dan melalui creative brief, nantinya akan ditemukan solusi dan strategi apa yang sesuai untuk memecahkan permasalahan yang Anda hadapi. 
Sebuah creative brief yang baik akan memastikan Anda mendapatkan desain yang berkualitas tinggi yang sesuai kebutuhan Anda.
Jadi untuk membuat desain yang efektif dibutuhkan proses-proses panjang sebelum masuk pada tahap visualisasi. Seorang desainer grafis harus mampu menjelaskan proses-proses mendesain yang benar agar klien atau atasan mengerti bahwa desain bukan hanya sekedar gambar.
Pastikan bahwa Anda telah memilih jasa desain grafis yang tepat sehingga desain yang Anda dapatkan sesuai dengan uang, tenaga, pikiran, dan waktu yang telah Anda keluarkan.
Sumber : Detak Studio

Tips Mendesain Kaos Distro Bergaya Tipografi Retro

Kaos adalah pakaian yang paling populer didunia. Selain karena kepraktisannya juga karena lebih fleksibel untuk dieksplorasi. Akhirnya distro merajalela baik online mapupun offline. Para vendor perebut pelanggan dengan menciptakan desain-desain baru yang bisa bersaing dipasaran. Bahan kaos tidak lagi jadi sesuatu yang diunggulkan karena rata-rata bahan yang dipakai sudah standar dipasaran, akhirnya desain yang menarik akan lebih dilirik pembeli.
Berbagai macam kaos ditampilkan oleh para vendor mulai dari gaya grunge, simpel, skull, painting, tipografi, full color dll. Begitu juga dengan teknik printing pun semakin berkembang. Jika dulu hanya menggunakan sablon manual, kini ada teknik transfer dan DTG (direct to grament). Untuk teknik yang terakhir, desain tidak serumit seperti jika menggunakan sablon. Semacam mencetak dengan printer, maka desain tidak terbatas mau berapa warna dan gambarnya seperti apa.
Pada bahasan kali ini, saya mengupas mengenai trik mendesain kaos distri bergaya tipografi retro. Desain ini termasuk dalam kategori simple jika ditransfer ke dalam bahan kaos. Kita hanya membutuhkan kreativitas untuk membuat desain lebih atraktif dan menarik, selain juga pilihan kata-kata yang kita tampilkan bisa menjadi unsur yang penting.
Gaya tipografi retro lebih efektif untuk menampilkan kata-kata atau kalimat yang menarik misalnya kutipan motivasi, kata-kata inspirasi peribahasa atau semacam celotehan yang asik. Saya tidak mengulas secara khusus tutorial cara mendesainnya karena hanya membutuhkan tool dan teknik dasar yang saya yakin sudah akan kita kuasai saat mulai mengenal software grafis. Sekali lagi, kreativitas kita yang akan lebih menentukan.

Bentuk Dasar

  • Secara umum, gaya tipografi retro ini berwujud kata-kata yang disusun berurutan dari bawah ke atas.
  • Tentukan kata-kata / kalimat yang akan kita desain terlebih dulu.
  • Susunlah kata-kata satu per satu dari atas ke bawah.
  • Untuk kata yang pendek kita bisa menyatukan dengan kata lainnya, terutama jika itu bentuk kata depan, kata hubung atau kata sambung. Namun jika kata tersebut menjadi unsur penting yang kita tekankan dari seluruh kalimat, tetaplah jadi satu kata tersendiri meskipun pendek. Cara pemenggalan kalimat ini bisa menjadi bagian penting yang menjadikan desain lebih keren.
  • Jika ada kata sambung atau kata depan didalam kalimat misalnya “maka, dan, di, jika, pada dll” maka tulislah dengan huruf kecil / lowercase atau dengan ukuran lebih kecil daripada kata yang menjadi penekanan dalam kalimat.

Pemilihan Jenis Huruf / Font

Jutaan jenis huruf / font yang mondar-mandir didunia ini. Dan itu beragam jenisnya. Sesuai dengan style yang ingin kita buat, maka sudah pasti kita memilih jenis huruf retro. Secara gampangnya, jenis huruf ini terlihat klasik dan terlihat seperti yang digunakan untuk desain-desain pada jaman dahulu. Namun tidak perlu berpikir keras, pada website yang menyediakan font gratis sudah ada klasifikasi untuk masing-masing jenis font.

Beberapa website yang bisa menjadi referensi untuk download font retro:
  • Dafont
  • 10o1freefonts
  • Fontsquirrels
  • 1001Fonts
  • FontSpace
Catatan: Pada proses aplikasi desain jangan terjebak pada jenis font retro seperti pada klasifikasi pada website. Tentu saja kita bisa menggunakan jenis huruf apa saja selama kita bisa mendesain menjadi lebih menarik.

Elemen Pendukung

Tidak cukup hanya jenis font, namun kesan retro akan lebih menarik jika ditambah beberapa elemen seperti ornamen, ribbon/pita, efek kasar/rustic. Untuk efek kasar ini selain jenis huruf memang sudah bentuknya demikian, kita bisa membuatnya di photoshop atau jika menggunakan Coreldraw bisa menggunakan bentuk spalatter yang di Trim pada desain.
Desain ornamen atau ribbon bisa download dari berbagai tenpat diinternet, namun tentu akan lebih eksklusif jika kita bisa mendesain sendiri. Beberapa website yang bisa dijadikan referensi untuk download ornamen dan ribbon.
  • Freepik
  • Vectorian
  • Vecteezy
  • Vector4Free

Penggunaan Warna

Selain beberapa faktor diatas, jika kita menggunakan warna dalam desain retro, maka ada klasifikasi tersendiri untuk menciptakan kesan retro dalam desain kita. Referensi warna klasik yang bisa kita gunakan bisa dilihat dari website colourlovers.com – kepiawaian kita memilih susunan warna pun sangat berpengaruh pada kesan desain. Gunakan skema warna yang baik agar desain lebih dinamis.
Demikian tips mendesain kaos distro bergaya tipografi retro, semoga menambah wawasan kita dalam mengolah desain. Jika ada yang ingin ditanyakan silakan tinggalkan pada komentar.

Sumber : IDESAINESIA

PITUTUR BECIK: Pameran Kaligrafi dan Handlettering oleh Surakarya

Dalam rangka untuk ikut mempopulerkan seni Hand-Lettering di Indonesia, yang termasuk didalamnya Lettering dan Calligraphy dan memperkenalkan bakat dan karya hand-lettering dari seniman huruf dari Indonesia khususnya Surakarta, Surakarya mengadakan Pameran Hand Lettering dan Calligraphy berjudul “Pitutur Becik” di Balai Soedjatmoko, Surakarta pada tanggal 16 April – 22 April 2016. Tidak hanya Pameran karya, selama acara ini akan diadakan juga Pen Meet Up, Workshop Gratis dengan berbagai macam tema dan sesi Creative Sharing.
Beberapa tahun terakhir ini seiring dengan semangat DIY (Do-It-Yourself) dan hand craft yang juga meningkat di Indonesia, seni hand-lettering semakin popular dan digemari oleh masyarakat luas.
Hand-lettering dan kaligrafi pada dasarnya merupakan salah jenis kesenian yang telah ada dan tumbuh sejak lama. Sebelum era digital dimulai, beberapa jenis publikasi dan advertising dikerjakan by hand. tidak hanya design tapi seluruh prosesnya pun dikerjakan secara manual. Seiring berkembangnya dunia digital dan teknologi cetak, segala jenis kebutuhan tulis dan cetak dilakukan secara digital dan otomatis baik design maupun cetaknya. Komputer mampu menggantikan tangan manusia secara lebih baik, dari segi presisi, akurasi ukuran, maupun pernak-pernik teknisnya.
Namun demikian, handlettering dan kaligrafi masih tetap memiliki keistimewaan dibanding karya digital. Sebagai karya seni, handlettering dan kaligrafi tidak dihargai hanya dari wujud akhirnya, tapi proses dan otentitasnya. Proses handlettering dan kaligrafi yang manual menjadi nilai lebih karena butuh ketekunan, kesabaran dan sense of art dari senimannya.
Satu hal lagi keistimewaan handlettering dan kaligrafi adalah nilai otentitas atau ketulenannya. Beberapa seniman handlettering dan kaligrafi yang telah memiliki karakter khusus, karya-karya mereka akan terasa istimewa dan berbeda dari yang lain. Sulit ditiru karena karakter khasnya keluar dari bakat, hasil latihan lama dan pengalaman yang tidak sedikit.
Meskipun karya dari member Surakarya belum benar-benar istimewa sebagaimana karya para seniman yang lebih senior di bidang ini, tapi kiranya karya-karya member Surakarya sudah cukup mampu menampilkan keistimewaan bidang seni ini. Dan inilah yang akan dikenalkan kepada masyarakat luas, khususnya di kota Solo.
Tema Pameran Surakarya kali ini adalah “PITUTUR BECIK”, artinya adalah tujuh nasihat baik. Dapat pula dibaca Pitu Tur Becik yang artinya Tujuh nan Baik. Terinspirasi dari tujuh nasihat utama mengenai attitude diri dan sikap yang baik dalam berinteraksi dengan sesama, tujuh nasihat tersebut antara lain: percaya diri, sabar, rendah hati, amanah, ketekunan, keberanian dan memaafkan. Tujuh nasihat baik ini akan diwujudkan dalam bentuk quote yang masing-masing akan ditulis di atas sebuah media besar dengan berbagai gaya handlettering dan kaligrafi.
Selain itu, quote-quote insipiratif lainnya juga akan dipamerkan dalam berbagai gaya handlettering dan kaligrafi. Mulai dari brush calligraphy, copperplate, blackletter, watercolor, dan berbagai gaya handlettering. Akan ada sekira 100 karya yang akan dipamerkan. Berbagai aplikasi dari karya handlettering dan kaligrafi juga akan turut dipamerkan seperti kaos-kaos dengan desain handlettering dan kaligrafi, stiker, hiasan dinding, poster dan lain-lain.
Inti dari konsep pameran kali ini adalah membalut nasihat-nasihat yang indah dengan tampilan dan karya seni yang indah pula. Dengan begitu, nasihat yang indah akan semakin indah dengan balutan seni yang menarik, dan sebaliknya karya seni pun menjadi lebih indah karena mengandung konten yang indah pula. Karya seni kami diharapkan akan lebih berkesan karena tidak hanya indah dipandang mata tetapi juga indah dirasa dalam hati.

Tentang Surakarya :
“Surakarya” adalah komunitas pecinta seni handlettering dan kaligrafi di Surakarta. Nama Surakarya diambil dari “Surakarta” sebagai daerah domisili member komunitas dan “karya” yang artinya mengarah pada hasil olah seni.
Lahir 31 Oktober 2014 di Solo dan berkembang cukup pesat. Dari 5 orang menjadi 30 member aktif, 25 member pasif dan masih terus berkembang. Pada dasarnya, Surakarya adalah komunitas belmen yang berada di Surakarta yang merupakan bagian dari komunitas Belmen.ID yang juga merupakan komunitas pecinta handlettering dan kaligrafi. BelmenID memiliki beberapa cabang di kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, Malang, Surabaya dan Makasar.
Surakarya aktif melakukan kegiatan gathering anggota dengan nama “Pen Meet Up” yang diadakan secara insidental dan “Belmen Corner” sebagai booth stand pekanan yang bertempat di Playground Café, Kota Barat, Solo.
Bekerjasama dengan komunitas lain, Surakarya telah sukses menggelar beberapa event seperti; Pameran karya berjudul “Solate” bersama “Ruang Atas”, Pameran karya Solo Hari ini” di Playground Café, Kota Barat, dan Pameran Karya di Pembukaan “Cangwit Art Space”, Pucang Sawit, Solo, Temu Tokoh dan silaturahmi dengan owner Dagadu, Jogja di acara “Surakarya Ngangsu Kaweruh” dan bertemu para kaligrafer dan handletterer Nasional di “Surakarya Goes to Bandung”, di Dago, Bandung.

Sumber : IDESAINESIA 

Tips Freelancer : Mengubah Klien Biasa Menjadi Klien Tetap

Menjalani profesi sebagai freelancer, baik itu freelance writer, coder, designer, or something else, tidak pernah lepas dengan H2C. Ya, harap harap cemas. Submit logo di beberapa kontes di logo tournament tidak kunjung menang, crowdspring pun tak kunjung bintang, apalagi 99design not interested. Begitu pula proposal project yang diposting di odesk, elance, scriptlance, semuanya kalah dengan freelancer lain dari india atau rumania.
Sedangkan, setiap bulan seorang freelancer dihadapkan pada personal expenses untuk melanjutkan kehidupan, sedangkan income kita bergantung dengan adanya project dari klien. Tentunya, project tersebut adalah project yang berkaitan dengan profesi dalam kegiatan freelancing. Jika dalam satu bulan saja freelancer tidak mendapatkan project dari klien, maka bisa dipastikan seorang freelancer terpaksa menginjak rem untuk menjalani hidup dengan normal. Atau dengan kata lain, freelancer tersebut harus melakukan penghematan disana – sini.
Agar income menjadi relatif normal, maka seorang freelancer harus mendapatkan fixed‐client atau klien tetap. Tulisan ini akan mengulas tips dan trik tentang bagaimana cara mengubah klien biasa menjadi klien tetap.

Be Their Friend!

Komunikasi yang baik antara seorang freelancer dan klien, perlu dibangun agar hubungan yang terjalin antara keduanya lebih dari sekedar hubungan kerja. Lebih dari itu, kita bisa menjadikan klien kita sebagai teman atau bahkan sahabat kita. Hubungan tersebut dapat kita jalin dengan cara – cara sebagai berikut :
Profiling.
Pertama yang perlu dilakukan adalah, profiling! Proses profiling ini menjadikan freelancer tahu lebih banyak siapa, bagaimana, dan seluk beluk lainnya tentang klien. Ada sebuah pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang” – dalam dunia freelancing, pepatah ini sangat berlaku.
Profiling dapat dilakukan dengan googling nama lengkap, nomor telepon, atau alamat email. Bisa juga dilakukan dengan cara penggalian data lewat facebook. Apalagi, kalau klien tidak mengatur opsi privasi dalam akun facebook mereka, kita bisa mendapatkan semua informasi tentang klien tersebut dengan tanpa menjadi teman mereka di facebook. Misalnya, foto, wall post, likes, dan lain – lain.
Small talks.
Ngobrol yang ringan – ringan, sesekali perlu dilakukan. Nanyain cuaca, tren ekonomi di negaranya klien, atau bahkan sekedar cerita tentang keluarga kita, cukup membantu untuk dijadikan bahan omongan ringan. Ngobrol ringan atau biasa disebut small talks, dapat membantu meringankan beban pekerjaan yang terkadang membuat stress kedua belah pihak, baik freelancer maupun klien. Jangan ragu – ragu untuk mengawali small talks, karena klien masih manusia normal, bukan alien yang tidak bisa diajak ngobrol :).
Misalnya, dari langkah sebelumnya, yaitu profiling, didapatkan bahwa klien tinggal di kota san diego, negara bagian california, amerika. Lalu dilakukan pencarian berita melalui situs – situs berita seperti CNN, Huffingtonpost, dan lain – lain, tentang sebuah kejadian di kota tersebut. Lalu didapatkan bahwa baru saja dilakukan pemilihan walikota untuk kota San Diego.
Seorang freelancer bisa saja memulai pembicaraan dengan “I wish John Doe won the San Diego mayor election!”. Pastinya, klien akan merasa kaget, dan dalam hati, klien berfikir “freelancer ini orang Indonesia, atau orang San Diego??” – lalu klien bertanya “Do you live in San Diego?”. Satu pertanyaan yang menjebak sekaligus membingungkan. Jawaban yang bersifat menghindar dan cukup memuaskan adalah “Nope, I love San Diego. Specially, The Chargers” – chargers disini adalah team American Football (NFL) dari kota San Diego. Dengan sedikit bantuan google, maka kita dapat dengan mudah mendapatkan bahan obrolan untuk melakukan small talks. Asal tidak berlebihan, obrolan – obrolan ringan ini akan dapat membuat klien merasa nyaman dalam berkomunikasi dengan freelancer.
Know what your client likes.
Dalam berkomunikasi, ketika dua orang atau lebih menjalin pertemanan, salah satu faktor penyebabnya adalah mereka mempunyai kesamaan dalam hal hobby. Misalnya, suka nge‐band, memancing, surfing, atau hal – hal lainnya. Dengan menggali hobi klien, kita mendapatkan kesempatan lebih besar untuk memulai small talks, untuk kemudian terbangun kesamaan pemikiran. Hal ini perlu dilakukan agar small talks tidak membosankan. Jika small talks yang dibangun membosankan, klien akan merasa terganggu dengan obrolan – obrolan yang terbangun. Lain hal nya jika small talks diawali dengan hal – hal yang disukai oleh klien, maka small talksterkadang bisa berubah menjadi sebuah project :).

Instead Of Working As An Outsource, Be A Consultant.

Hubungan kerja yang terjalin antara seorang freelancer ada beberapa model, antara lain bekerja dalam bentuk per project (fixed project), bekerja dalam bentuk per jam(hourly project), atau bekerja sebagai konsultan (project consultant). Bekerja dalam bentuk per project maupun per jam, menjadikan seorang freelancer tidak lebih dari sekedar “pegawai” yang berangkat ke kantor pagi pulang sore. Pekerjaan ini walaupun tidak terikat waktu, cukup membosankan, dan reward atas pekerjaan pun dalam standar “normal” saja. Lain halnya jika freelancer tidak bekerja selayaknya tenaga outsource, melainkan bekerja sebagai konsultan.
Sebagai konsultan, freelancer akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain ikut menentukan project apa yang harus diputuskan oleh klien untuk kemudian dikerjakan baik oleh freelancer. Keuntungan lainnya adalah, freelancer dapat dengan mudah menaikkan harga dari jasa yang dijual, lebih dari sekedar melakukan pekerjaan writing, coding, designing, atau yang lainnya.
Perbedaan utama dari pekerjaan outsource freelancer dibandingkan dengan freelancer yang bersifat konsultan, seorang konsultan menawarkan solusi – solusi, sedangkan outsource freelancer hanya mengeksekusi perintah dari klien. Sebagian freelancer memang cocok hanya menjadi eksekutor perintah klien. Namun, jika memungkinkan untuk menjadi seorang konsultan, kenapa tidak? Toh, menjadi seorang konsultan lebih menyenangkan, baik dari sisi tantangan pekerjaan, maupun reward yang didapatkan.
Berikut ini adalah langkah – langkah bagaimana seorang outsource freelancer menjadi seorang freelance consultant.
Brand Yourself!
Seorang konsultan yang baik harus melakukan branding terhadap diri sendiri, terutama untuk kepentingan skill imaging. Seorang freelance designer, misalnya, bisa melakukan branding dengan membangun situs untuk mengeksploitasi skill yang dimilikinya.
Sebagai contoh, menulis artikel tentang review kemasan produk. Hal – hal yang kecil seperti ini (review kemasan produk), dapat mengantarkan image “product packaging consultant” untuk melekat pada nama freelancer tersebut.
Contoh yang lain, seorang coder, pada blog nya menulis artikel tentang cms wordpress, bagaimana cara tweaking wordpress, mengubah wordpress menjadi situs yang powerfull, dan lain sebagainya. Kegiatan menulis yang kontinyu akan mengantarkan image “wordpress ninja” pada title freelance tersebut. Kunci utama dalam proses branding ini adalah : dilakukan secara kontinyu. Jika proses ini dilakukan dua bulan sekali atau bahkan enam bulan sekali, maka proses branding ini akan menjadi sia – sia belaka :). Menginvestasikan 2 jam waktu setiap hari diluar jadwal kerja untuk melakukan proses branding setiap hari, akan membawa seorang freelancer lebih dekat dengan kesuksesan yang akan dicapai.
Love your work, work your love!
Menjadi penting bagi seorang freelancer untuk mencintai apa yang dilakukan dalam pekerjaan sehari – hari. Dengan mencintai sebuah pekerjaan, seseorang akan merasa ringan melakukan pekerjaan tersebut. Sebuah quote yang diambil dari blog hidup cerdas :
“Ideal business is when the cost of making yourself happy is small compared to the profit your happiness brings you.”
Dengan bahasa lain, pekerjaan yang ideal adalah ketika harga kebahagiaan itu lebih rendah dibandingkan keuntungan yang dihadirkan dari kebahagiaan tersebut. Seorang freelance designer yang mencintai pekerjaan nya, dapat dengan mudah menyelesaikan sebuah design kemasan minuman yang dihasilkan dari buah segar. Harga untuk menyelesaikan design ini adalah kerja mulai skecthing, wireframing, dan executing selama 12 jam, 4 jam dalam 3 hari. Harga ini tidak terasa berat, karena freelance designer ini mencintai apa yang dilakukannya.
Lalu dia mendapatkan $2,000 untuk design kemasan minuman buah segar tersebut. Tentunya, dibandingkan dengan 12 jam, reward $2,000 adalah jauh lebih besar. Pada keadaan ini, tercapai apa yang disebut pekerjaan ideal.
Pada kasus lain, seorang freelance designer lain mengerjakan sebuah flyer selama 6 jam, untuk reward $350. Karena 6 jam proses kerja dilakukan dengan penuh rasa bahagia, $350 pun terasa lebih besar daripada 6 jam proses kerja yang menyenangkan. Pada keadaan ini, tercapai pula status pekerjaan ideal.
Intinya, rasa bahagia karena mencintai apa yang kita kerjakan, itu sangat penting bagi seorang freelancer. Ketika rasa cinta terhadap pekerjaan ini tumbuh subur dihati, maka tidak akan terasa beda, antara kerja dan nge‐game. Menyenangkan, bukan?
Give something to your client.
Prinsip kerja seorang Don Vito Corleone, atau anaknya, Don Michael Corleone, adalah menanam bibit – bibit untuk kemudian hari diambil buahnya. Dengan kata lain, ketika seseorang membutuhkan pertolongan, maka seorang godfather dengan senang hati membantunya, untuk kemudian hari diminta “balas budi” nya.
Tidak serumit bisnisnya godfather mafia itu. Yang dibahas disini adalah cukup simple : tanam bibit, tuai buah. Dengan asumsi, klien adalah orang yang baik, maka freelancer dapat memberi satu – dua servis secara gratis, untuk membangun loyalitas klien. Berikut adalah contoh kasus pada freelance designer dan coder.
Seorang freelance designer sedang mengerjakan design web sebuah group band. Setelah selesai, designer tersebut memberikan bonus “monthly calendar desktop wallpaper”. Disini, klien diuntungkan dengan adanya desktop calendar yang memperkuat company branding. Jika sampai direlease, maka kemungkinan besar klien akan membutuhkan desktop wallpaper design untuk bulan – bulan berikutnya. Tentunya, bulan berikutnya designer tidak akan memberi design dengan free. Jadilah, freelance designer tersebut mendapatkan fixed project perbulan :).
Lalu seorang freelance coder, sedang mengerjakan theme drupal pada sebuah situs majalah sport. Setelah pekerjaan drupal theme selesai, pada saat instalasi theme, coder tersebut melakukan serangkaian security test pada sistem tersebut. Sebut saja, sql injection, script injection, dan test – test lain nya. Lalu disusunlah laporan singkat tentang overall security dari sistem. Ketika mengetahui laporan security tersebut, kemungkinan besar coder tersebut akan mendapatkan project lanjutan sebagai security advisor dari situs majalah sport tersebut. Atau paling tidak, akan terbangun rasa “beruntung” sudah memperkerjakan coder tersebut untuk menangani project – project dalam situs majalah sport tersebut. Ketika seorang klien merasa diuntungkan, tanpa diminta, klien tersebut akan mempromosikan coder tersebut.

It’s An Easy Thing To Do, Just Do It!

Mengubah klien biasa menjadi klien tetap, ternyata mudah saja, bukan? Beberapa langkah praktis diatas jika dilakukan dengan kontinyu, akan mengantarkan seorang freelancer pada kehidupan yang lebih baik. Kuncinya adalah : dilakukan. Langkah – langkah tersebut diatas tidak akan memberikan manfaat, jika tidak dilakukan.
Selamat mencoba melakukan!

Kesalahan desainer grafis saat melamar pekerjaan

Dari sebagian yang memilih bekerja mandiri, mereka yang lulus sekolah kejuruan grafis atau lulus kuliah DKV tentu disibukkan dengan mencari pekerjaan, seperti sarjana-sarjana lain pada umumnya. Internet jurusan lowongan pekerjaan dan Koran hari Sabtu akan menjadi santapan lahap para pencari kerja. *) pengalaman pribadi 😛
Jika pelamar kerja pada umumnya hanya butuh CV dan fotokopi ijazah plus nilai atau IPK tinggi agar diterima bekerja disebuah perusahaan, berbeda dengan melamar pekerjaan dibidang kreatif semacam desainer grafis. Tidak cukup hanya modal nilai bagus, kita juga harus menunjukkan karya. Tapi tak cukup modal portfolio bagus juga, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar diterima bekerja di perusahaan yang kita inginkan plus gaji yang cukup. Cukup buat beli mobil, rumah dan naik haji. Hehe.
Lalu apa sih kesalahan desainer grafis yang umum dilakukan oleh saat melamar pekerjaan dan membuat mereka tidak diterima bekerja? Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari saat melamar pekerjaan sebagai desainer grafis. Tapi perlu diketahui juga jika beberapa hal dibawah ini hanyalah riset secara umum, artinya tidak serta merta setiap perusahaan menerapkan indikator yang sama untuk menilai calon karyawan mereka.
  • Gagal mempresentasikan proses desain yang ditampilkan pada portfolio.
Hasil akhir desain yang keren itu bagus, tapi jika kamu tidak bisa menjelaskan bagaimana proses dari menemukan ide hingga mendapatkan solusi, itu kurang menarik. Bisa jadi akan memperburuk nilaimu saat wawancara. Setiap desain pasti punya proses dan cerita, jelaskan secara jelas dan tidak bertele-tele. Mereka ingin tahu bagaimana seseorang melakukan proses kreatifnya.
  • Terlalu banyak menampilkan portfolio.
Jika kamu dipanggil wawancara setelah ada proses penyerahan surat lamaran, berarti perusahaan telah melakukan observasi terlebih dahulu hingga memutuskan untuk melakukan wawancara. Namun, jika wawancara dilakukan secara langsung bersamaan dengan penyerahan surat lamaran, artinya mereka belum melihat portfoliomu sebelumnya. Pada saat kamu menampilkan portfolio, baik itu di website, CD interaktif digital maupun print out, pilihlah yang terbaik. Tidak perlu banyak tapi cukup merepresentasikan seperti apa skill yang kamu miliki. Pewawancara tidak ada waktu untuk melihat 100 halaman portfolio, tapi jika kamu bisa memilih yang terbaik dari yang terbaik, dua karyamu akan cukup membuat mereka berkesan.
  • Tidak memiliki karya personal.
Personal project bisa menjadi indikator tingkat intelektual dan level kreativitas yang kamu punya. Selalu menarik melihat idealisme desainer saat mereka bekerja dibawah control mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain / klien. Gunakan waktu luang untuk membuat proyek personal, selain untuk mengasah skill tentu akan berguna juga untuk menunjukkan seberapa besar kreativitas dan idealisme dalam desain grafis.
  • Typo dalam menulis surat lamaran atau CV.
Meskipun dianggap hal sepele tapi kesalahan-kesalahan kecil untuk hal yang serius, kamu akan dianggap kurang teliti alias ceroboh. Dan ini akan dianggap kurang bagus bagi perusahaan, terutama dimasa datang saat berhadapan dengan pekerjaan dan klien. Selalu ingat untuk meneliti ulang hasil akhir pekerjaan.
  • Tidak jujur mengenai alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
Jika sebelumnya kamu telah pengalaman bekerja dan memutuskan mencari pekerjaan baru, maka jujurlah tentang alasanmu berhenti bekerja. Bukan alasan personal, tapi mungkin soal kebijakan perusahaan yang nyleneh, kamu ingin lebih banyak tantangan dan tanggungjawab, dsb. Bisa jadi ini akan menjagamu dari deskripsi pekerjaan yang tidak kamu inginkan.
  • Terlalu idealis.
Idealis itu tidak buruk tapi terlalu idealis itu kurang baik. Saat kamu memutuskan melamar pekerjaan, berarti kamu siap untuk bekerja dengan orang lain, baik itu klien maupun rekan kerja. Tunjukkanlah bahwa kamu bisa bekerja sama dalam tim. Seberapapun bagusnya portfoliomu tapi tidak bisa bekerja dengan orang lain atau tim, yah jaminan kamu diterima bekerja di perusahaan akan semakin kecil.
Konklusi
Sekali lagi, poin-poin diatas bukan hal yang mutlak bahwa setiap perusahaan memiliki standar yang sama dalam menyeleksi calon karyawan. Tapi jika kamu yakin dengan kemampuan sendiri dan menerapkan hal-hal diatas, diharapkan lamaran pekerjaanmu akan diterima dengan sukses. Jangan lupa, selain semangat dan usaha juga ditambah dengan doa kepada yang maha kuasa. (a1)