10 Situasi untuk desainer sebaiknya bilang “Tidak” pada klien

Apakah kamu pernah diminta seorang klien untuk mendesain logo atau grafis dengan meniru konsep atau style atau keduanya dari karya orang lain? Kalau pernah, apa jawabanmu? Tidak? Atau iya, persetan dengan desainer lain yang penting dapat bayaran.
Hmm memang sih klien adalah seseorang yang ‘istimewa’ buat kita dan tak harus selalu mendapatkan jawaban IYA ketika mereka meminta sesuatu. Terkadang ada klien yang sangat egois dan tidak mau tau yang penting mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika kamu menghadapi klien yang demikian, maka ada saatnya kamu tidak perlu sungkan untuk menolak dan mengatakan tidak kepada klien. Sebagai desainer grafis, kita semestinya turut mengedukasi klien agar tidak semena-mena hanya karena mereka yang punya uang dan membayar kita.
Berikut ini 10 situasi dimana sebaiknya seorang desainer mengatakan ‘tidak’ kepada klien. Artikel ini diadaptasi dari artikel asli yang dibuat oleh Pixelo dalam bahasa Inggris. Yuk simak agar kamu punya kekuatan untuk mengatakan TIDAK kepada klien pada situasi yang tepat.

 

  • Apakah kamu bisa membuat desain yang serupa dengan karya orang lain?
  • Tidak! Minta desainer itu membuatnya jika Anda menyukai style-nya.
  • Kami membuat ini di MsWord, bisakah Anda meneruskannya dari sini?
  • Tidak! Selesaikan sendiri. Anda bisa mendesain di MsWord, artinya ada punya bakat hebat.
  • Bisakah kamu bekerja gratisan?
  • Tidak! Saya punya keperluan yang harus dibeli dan dibayar.
  • Tiba-tiba kami ada ide lain, bisakan kamu mengubah seluruh desain?
  • Tidak! Kecuali Anda mau membayar dua kali lipat.
  • Kami belum memiliki materi, bisakah kamu hanya mendesainkan draft-nya?
  • Tidak! Anda pikir saya seorang peramal?
  • Ini mendesak, bisakah Anda bekerja benar-benar amat sangat cepat sekali?
  • Tidak! Otak saya tidak memiliki fitur time-lapse.
  • Istri saya suka warna Pink, bisakah Anda mengganti warna yang dominan?
  • Tidak! Pink tidak berhubungan dengan kampanye ‘Go Green’.
  • Budget kami mepet, tapi kamu akan mendapatkan banyak ‘exposure’.
  • Tidak! Saya sudah memiliki banyak exposure di kamera saya.
  • Bisakah kamu menurunkan tarifmu?
  • Tidak! Saya banyak keperluan yang harus dibayar, ingat?
  • Bisakah kamu mengambil logo dari website kami?
  • Tidak! Logo itu tak lebih dari 200px dan Anda ingin desain billboard 5x10m.

Bagaimana Cara Mendapatkan Desain Yang Efektif

Seperti apa desain yang sebenarnya Anda butuhkan (ingat bukan yang Anda inginkan)? Bagaimana sebuah logo bisa diciptakan dengan keunikan yang tinggi? Bagaimana menghasilkan desain yang bisa menjangkau audience?

Siang itu pelanggan berkata kepada pembuat kue, “tolong buatkan saya kue ulang tahun untuk anak saya, besok saya akan kembali lagi untuk mengambilnya”. Keesokan harinya pelanggan datang kembali dan mengetahui kue pesanannya ternyata tidak dikerjakan oleh pembuat kue.
Cerita di atas adalah contoh pelanggan yang tidak menghargai dirinya sendiri.

Mengapa kami katakan tidak menghargai dirinya sendiri? Karena sekalipun pembuat kue mengerjakannya pasti hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkannya karena informasi yang diberikan terlalu dangkal.
Pembuat kue tidak mengetahui berapa usia anaknya, jenis kelamin, dan tema apa yang ingin dibuatkan serta kue jenis apa yang diinginkan.
Jika pelanggan tersebut menghargai dirinya sendiri tentunya ia akan memberikan informasi yang lengkap, karena ia tahu bahwa kue yang ia pesan untuk memenuhi kebutuhannya bukan untuk memenuhi kebutuhan pembuat kue.
Hal seperti ini banyak pula terjadi pada desainer grafis inhouse yang bekerja untuk perusahaan tertentu. Tidak jarang seorang atasan hanya memberikan pekerjaan seperti pelanggan kue pada contoh di atas “tolong buatkan saya brosur bla bla bla yang bagus”.
Jika dianalogikan, hubungan yang baik antara desainer grafis dengan klien atau atasan adalah seperti seorang dokter dengan pasien.
Dokter akan menanyakan dengan rinci seputar keluhan-keluhan pasiennya sebelum memastikan penyakit apa yang diderita dan obat apa yang cocok untuk pasiennya. Karena tahu bahwa dokter tidak mungkin dapat menyembuhkan penyakitnya sebelum ia memberikan informasi-informasi yang dibutuhkan, pasiennya pun dengan senang hati memberikan informasi rinci yang dibutuhkan dokternya.
Di dalam desain grafis tahapan ini bisa didapatkan dengan cara klien atau atasan mengisi kuesioner yang diberikan oleh desain grafis. Untuk kemudian melalui data yang didapat desainer akan mulai melakukan riset dan proses-proses lainya.
Setelah data-data yang didapat dari hasil riset telah cukup, maka mulailah desainer grafis masuk pada tahap menyusun creative brief.
Creative brief adalah tahapan dimana desainer mengolah data dari hasil temuan-temuan yang didapat melalui hasil riset. Karena itu mengisi kuesioner dengan lengkap dan jelas menjadi sangat penting untuk setiap proyek desain karena akan memberikan semua informasi yang diperlukan oleh desainer.
Dengan adanya data-data melalui kuesioner, desainer akan mengetahui latar belakang permasalahan yang Anda hadapi. Dan melalui creative brief, nantinya akan ditemukan solusi dan strategi apa yang sesuai untuk memecahkan permasalahan yang Anda hadapi.
Sebuah creative brief yang baik akan memastikan Anda mendapatkan desain yang berkualitas tinggi yang sesuai kebutuhan Anda.
Jadi untuk membuat desain yang efektif dibutuhkan proses-proses panjang sebelum masuk pada tahap visualisasi. Seorang desainer grafis harus mampu menjelaskan proses-proses mendesain yang benar agar klien atau atasan mengerti bahwa desain bukan hanya sekedar gambar.
Pastikan bahwa Anda telah memilih jasa desain grafis yang tepat sehingga desain yang Anda dapatkan sesuai dengan uang, tenaga, pikiran, dan waktu yang telah Anda keluarkan.
Sumber : Detak Studio

Tips Mendesain Kaos Distro Bergaya Tipografi Retro

Kaos adalah pakaian yang paling populer didunia. Selain karena kepraktisannya juga karena lebih fleksibel untuk dieksplorasi. Akhirnya distro merajalela baik online mapupun offline. Para vendor perebut pelanggan dengan menciptakan desain-desain baru yang bisa bersaing dipasaran. Bahan kaos tidak lagi jadi sesuatu yang diunggulkan karena rata-rata bahan yang dipakai sudah standar dipasaran, akhirnya desain yang menarik akan lebih dilirik pembeli.
Berbagai macam kaos ditampilkan oleh para vendor mulai dari gaya grunge, simpel, skull, painting, tipografi, full color dll. Begitu juga dengan teknik printing pun semakin berkembang. Jika dulu hanya menggunakan sablon manual, kini ada teknik transfer dan DTG (direct to grament). Untuk teknik yang terakhir, desain tidak serumit seperti jika menggunakan sablon. Semacam mencetak dengan printer, maka desain tidak terbatas mau berapa warna dan gambarnya seperti apa.
Pada bahasan kali ini, saya mengupas mengenai trik mendesain kaos distri bergaya tipografi retro. Desain ini termasuk dalam kategori simple jika ditransfer ke dalam bahan kaos. Kita hanya membutuhkan kreativitas untuk membuat desain lebih atraktif dan menarik, selain juga pilihan kata-kata yang kita tampilkan bisa menjadi unsur yang penting.
Gaya tipografi retro lebih efektif untuk menampilkan kata-kata atau kalimat yang menarik misalnya kutipan motivasi, kata-kata inspirasi peribahasa atau semacam celotehan yang asik. Saya tidak mengulas secara khusus tutorial cara mendesainnya karena hanya membutuhkan tool dan teknik dasar yang saya yakin sudah akan kita kuasai saat mulai mengenal software grafis. Sekali lagi, kreativitas kita yang akan lebih menentukan.

Bentuk Dasar

  • Secara umum, gaya tipografi retro ini berwujud kata-kata yang disusun berurutan dari bawah ke atas.
  • Tentukan kata-kata / kalimat yang akan kita desain terlebih dulu.
  • Susunlah kata-kata satu per satu dari atas ke bawah.
  • Untuk kata yang pendek kita bisa menyatukan dengan kata lainnya, terutama jika itu bentuk kata depan, kata hubung atau kata sambung. Namun jika kata tersebut menjadi unsur penting yang kita tekankan dari seluruh kalimat, tetaplah jadi satu kata tersendiri meskipun pendek. Cara pemenggalan kalimat ini bisa menjadi bagian penting yang menjadikan desain lebih keren.
  • Jika ada kata sambung atau kata depan didalam kalimat misalnya “maka, dan, di, jika, pada dll” maka tulislah dengan huruf kecil / lowercase atau dengan ukuran lebih kecil daripada kata yang menjadi penekanan dalam kalimat.

 

Pemilihan Jenis Huruf / Font

Jutaan jenis huruf / font yang mondar-mandir didunia ini. Dan itu beragam jenisnya. Sesuai dengan style yang ingin kita buat, maka sudah pasti kita memilih jenis huruf retro. Secara gampangnya, jenis huruf ini terlihat klasik dan terlihat seperti yang digunakan untuk desain-desain pada jaman dahulu. Namun tidak perlu berpikir keras, pada website yang menyediakan font gratis sudah ada klasifikasi untuk masing-masing jenis font.

Beberapa website yang bisa menjadi referensi untuk download font retro:
  • Dafont
  • 10o1freefonts
  • Fontsquirrels
  • 1001Fonts
  • FontSpace
Catatan: Pada proses aplikasi desain jangan terjebak pada jenis font retro seperti pada klasifikasi pada website. Tentu saja kita bisa menggunakan jenis huruf apa saja selama kita bisa mendesain menjadi lebih menarik.

Elemen Pendukung

Tidak cukup hanya jenis font, namun kesan retro akan lebih menarik jika ditambah beberapa elemen seperti ornamen, ribbon/pita, efek kasar/rustic. Untuk efek kasar ini selain jenis huruf memang sudah bentuknya demikian, kita bisa membuatnya di photoshop atau jika menggunakan Coreldraw bisa menggunakan bentuk spalatter yang di Trim pada desain.
Desain ornamen atau ribbon bisa download dari berbagai tenpat diinternet, namun tentu akan lebih eksklusif jika kita bisa mendesain sendiri. Beberapa website yang bisa dijadikan referensi untuk download ornamen dan ribbon.
  • Freepik
  • Vectorian
  • Vecteezy
  • Vector4Free

 

Penggunaan Warna

Selain beberapa faktor diatas, jika kita menggunakan warna dalam desain retro, maka ada klasifikasi tersendiri untuk menciptakan kesan retro dalam desain kita. Referensi warna klasik yang bisa kita gunakan bisa dilihat dari website colourlovers.com – kepiawaian kita memilih susunan warna pun sangat berpengaruh pada kesan desain. Gunakan skema warna yang baik agar desain lebih dinamis.

Demikian tips mendesain kaos distro bergaya tipografi retro, semoga menambah wawasan kita dalam mengolah desain. Jika ada yang ingin ditanyakan silakan tinggalkan pada komentar.

Sumber : IDESAINESIA

PITUTUR BECIK: Pameran Kaligrafi dan Handlettering oleh Surakarya

Dalam rangka untuk ikut mempopulerkan seni Hand-Lettering di Indonesia, yang termasuk didalamnya Lettering dan Calligraphy dan memperkenalkan bakat dan karya hand-lettering dari seniman huruf dari Indonesia khususnya Surakarta, Surakarya mengadakan Pameran Hand Lettering dan Calligraphy berjudul “Pitutur Becik” di Balai Soedjatmoko, Surakarta pada tanggal 16 April – 22 April 2016. Tidak hanya Pameran karya, selama acara ini akan diadakan juga Pen Meet Up, Workshop Gratis dengan berbagai macam tema dan sesi Creative Sharing.
Beberapa tahun terakhir ini seiring dengan semangat DIY (Do-It-Yourself) dan hand craft yang juga meningkat di Indonesia, seni hand-lettering semakin popular dan digemari oleh masyarakat luas.
Hand-lettering dan kaligrafi pada dasarnya merupakan salah jenis kesenian yang telah ada dan tumbuh sejak lama. Sebelum era digital dimulai, beberapa jenis publikasi dan advertising dikerjakan by hand. tidak hanya design tapi seluruh prosesnya pun dikerjakan secara manual. Seiring berkembangnya dunia digital dan teknologi cetak, segala jenis kebutuhan tulis dan cetak dilakukan secara digital dan otomatis baik design maupun cetaknya. Komputer mampu menggantikan tangan manusia secara lebih baik, dari segi presisi, akurasi ukuran, maupun pernak-pernik teknisnya.
Namun demikian, handlettering dan kaligrafi masih tetap memiliki keistimewaan dibanding karya digital. Sebagai karya seni, handlettering dan kaligrafi tidak dihargai hanya dari wujud akhirnya, tapi proses dan otentitasnya. Proses handlettering dan kaligrafi yang manual menjadi nilai lebih karena butuh ketekunan, kesabaran dan sense of art dari senimannya.
Satu hal lagi keistimewaan handlettering dan kaligrafi adalah nilai otentitas atau ketulenannya. Beberapa seniman handlettering dan kaligrafi yang telah memiliki karakter khusus, karya-karya mereka akan terasa istimewa dan berbeda dari yang lain. Sulit ditiru karena karakter khasnya keluar dari bakat, hasil latihan lama dan pengalaman yang tidak sedikit.
Meskipun karya dari member Surakarya belum benar-benar istimewa sebagaimana karya para seniman yang lebih senior di bidang ini, tapi kiranya karya-karya member Surakarya sudah cukup mampu menampilkan keistimewaan bidang seni ini. Dan inilah yang akan dikenalkan kepada masyarakat luas, khususnya di kota Solo.
Tema Pameran Surakarya kali ini adalah “PITUTUR BECIK”, artinya adalah tujuh nasihat baik. Dapat pula dibaca Pitu Tur Becik yang artinya Tujuh nan Baik. Terinspirasi dari tujuh nasihat utama mengenai attitude diri dan sikap yang baik dalam berinteraksi dengan sesama, tujuh nasihat tersebut antara lain: percaya diri, sabar, rendah hati, amanah, ketekunan, keberanian dan memaafkan. Tujuh nasihat baik ini akan diwujudkan dalam bentuk quote yang masing-masing akan ditulis di atas sebuah media besar dengan berbagai gaya handlettering dan kaligrafi.
Selain itu, quote-quote insipiratif lainnya juga akan dipamerkan dalam berbagai gaya handlettering dan kaligrafi. Mulai dari brush calligraphy, copperplate, blackletter, watercolor, dan berbagai gaya handlettering. Akan ada sekira 100 karya yang akan dipamerkan. Berbagai aplikasi dari karya handlettering dan kaligrafi juga akan turut dipamerkan seperti kaos-kaos dengan desain handlettering dan kaligrafi, stiker, hiasan dinding, poster dan lain-lain.
Inti dari konsep pameran kali ini adalah membalut nasihat-nasihat yang indah dengan tampilan dan karya seni yang indah pula. Dengan begitu, nasihat yang indah akan semakin indah dengan balutan seni yang menarik, dan sebaliknya karya seni pun menjadi lebih indah karena mengandung konten yang indah pula. Karya seni kami diharapkan akan lebih berkesan karena tidak hanya indah dipandang mata tetapi juga indah dirasa dalam hati.

 

 

 

 

Tentang Surakarya :
“Surakarya” adalah komunitas pecinta seni handlettering dan kaligrafi di Surakarta. Nama Surakarya diambil dari “Surakarta” sebagai daerah domisili member komunitas dan “karya” yang artinya mengarah pada hasil olah seni.
Lahir 31 Oktober 2014 di Solo dan berkembang cukup pesat. Dari 5 orang menjadi 30 member aktif, 25 member pasif dan masih terus berkembang. Pada dasarnya, Surakarya adalah komunitas belmen yang berada di Surakarta yang merupakan bagian dari komunitas Belmen.ID yang juga merupakan komunitas pecinta handlettering dan kaligrafi. BelmenID memiliki beberapa cabang di kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, Malang, Surabaya dan Makasar.
Surakarya aktif melakukan kegiatan gathering anggota dengan nama “Pen Meet Up” yang diadakan secara insidental dan “Belmen Corner” sebagai booth stand pekanan yang bertempat di Playground Café, Kota Barat, Solo.
Bekerjasama dengan komunitas lain, Surakarya telah sukses menggelar beberapa event seperti; Pameran karya berjudul “Solate” bersama “Ruang Atas”, Pameran karya Solo Hari ini” di Playground Café, Kota Barat, dan Pameran Karya di Pembukaan “Cangwit Art Space”, Pucang Sawit, Solo, Temu Tokoh dan silaturahmi dengan owner Dagadu, Jogja di acara “Surakarya Ngangsu Kaweruh” dan bertemu para kaligrafer dan handletterer Nasional di “Surakarya Goes to Bandung”, di Dago, Bandung.

Sumber : IDESAINESIA 

Tips Freelancer : Mengubah Klien Biasa Menjadi Klien Tetap

Menjalani profesi sebagai freelancer, baik itu freelance writer, coder, designer, or something else, tidak pernah lepas dengan H2C. Ya, harap harap cemas. Submit logo di beberapa kontes di logo tournament tidak kunjung menang, crowdspring pun tak kunjung bintang, apalagi 99design not interested. Begitu pula proposal project yang diposting di odesk, elance, scriptlance, semuanya kalah dengan freelancer lain dari india atau rumania.
Sedangkan, setiap bulan seorang freelancer dihadapkan pada personal expenses untuk melanjutkan kehidupan, sedangkan income kita bergantung dengan adanya project dari klien. Tentunya, project tersebut adalah project yang berkaitan dengan profesi dalam kegiatan freelancing. Jika dalam satu bulan saja freelancer tidak mendapatkan project dari klien, maka bisa dipastikan seorang freelancer terpaksa menginjak rem untuk menjalani hidup dengan normal. Atau dengan kata lain, freelancer tersebut harus melakukan penghematan disana – sini.

Agar income menjadi relatif normal, maka seorang freelancer harus mendapatkan fixed‐client atau klien tetap. Tulisan ini akan mengulas tips dan trik tentang bagaimana cara mengubah klien biasa menjadi klien tetap.

Be Their Friend!

Komunikasi yang baik antara seorang freelancer dan klien, perlu dibangun agar hubungan yang terjalin antara keduanya lebih dari sekedar hubungan kerja. Lebih dari itu, kita bisa menjadikan klien kita sebagai teman atau bahkan sahabat kita. Hubungan tersebut dapat kita jalin dengan cara – cara sebagai berikut :
Profiling.
Pertama yang perlu dilakukan adalah, profiling! Proses profiling ini menjadikan freelancer tahu lebih banyak siapa, bagaimana, dan seluk beluk lainnya tentang klien. Ada sebuah pepatah bilang “tak kenal maka tak sayang” – dalam dunia freelancing, pepatah ini sangat berlaku.
Profiling dapat dilakukan dengan googling nama lengkap, nomor telepon, atau alamat email. Bisa juga dilakukan dengan cara penggalian data lewat facebook. Apalagi, kalau klien tidak mengatur opsi privasi dalam akun facebook mereka, kita bisa mendapatkan semua informasi tentang klien tersebut dengan tanpa menjadi teman mereka di facebook. Misalnya, foto, wall post, likes, dan lain – lain.
Small talks.
Ngobrol yang ringan – ringan, sesekali perlu dilakukan. Nanyain cuaca, tren ekonomi di negaranya klien, atau bahkan sekedar cerita tentang keluarga kita, cukup membantu untuk dijadikan bahan omongan ringan. Ngobrol ringan atau biasa disebut small talks, dapat membantu meringankan beban pekerjaan yang terkadang membuat stress kedua belah pihak, baik freelancer maupun klien. Jangan ragu – ragu untuk mengawali small talks, karena klien masih manusia normal, bukan alien yang tidak bisa diajak ngobrol :).
Misalnya, dari langkah sebelumnya, yaitu profiling, didapatkan bahwa klien tinggal di kota san diego, negara bagian california, amerika. Lalu dilakukan pencarian berita melalui situs – situs berita seperti CNN, Huffingtonpost, dan lain – lain, tentang sebuah kejadian di kota tersebut. Lalu didapatkan bahwa baru saja dilakukan pemilihan walikota untuk kota San Diego.
Seorang freelancer bisa saja memulai pembicaraan dengan “I wish John Doe won the San Diego mayor election!”. Pastinya, klien akan merasa kaget, dan dalam hati, klien berfikir “freelancer ini orang Indonesia, atau orang San Diego??” – lalu klien bertanya “Do you live in San Diego?”. Satu pertanyaan yang menjebak sekaligus membingungkan. Jawaban yang bersifat menghindar dan cukup memuaskan adalah “Nope, I love San Diego. Specially, The Chargers” – chargers disini adalah team American Football (NFL) dari kota San Diego. Dengan sedikit bantuan google, maka kita dapat dengan mudah mendapatkan bahan obrolan untuk melakukan small talks. Asal tidak berlebihan, obrolan – obrolan ringan ini akan dapat membuat klien merasa nyaman dalam berkomunikasi dengan freelancer.
Know what your client likes.

Dalam berkomunikasi, ketika dua orang atau lebih menjalin pertemanan, salah satu faktor penyebabnya adalah mereka mempunyai kesamaan dalam hal hobby. Misalnya, suka nge‐band, memancing, surfing, atau hal – hal lainnya. Dengan menggali hobi klien, kita mendapatkan kesempatan lebih besar untuk memulai small talks, untuk kemudian terbangun kesamaan pemikiran. Hal ini perlu dilakukan agar small talks tidak membosankan. Jika small talks yang dibangun membosankan, klien akan merasa terganggu dengan obrolan – obrolan yang terbangun. Lain hal nya jika small talks diawali dengan hal – hal yang disukai oleh klien, maka small talksterkadang bisa berubah menjadi sebuah project :).

Instead Of Working As An Outsource, Be A Consultant.

Hubungan kerja yang terjalin antara seorang freelancer ada beberapa model, antara lain bekerja dalam bentuk per project (fixed project), bekerja dalam bentuk per jam(hourly project), atau bekerja sebagai konsultan (project consultant). Bekerja dalam bentuk per project maupun per jam, menjadikan seorang freelancer tidak lebih dari sekedar “pegawai” yang berangkat ke kantor pagi pulang sore. Pekerjaan ini walaupun tidak terikat waktu, cukup membosankan, dan reward atas pekerjaan pun dalam standar “normal” saja. Lain halnya jika freelancer tidak bekerja selayaknya tenaga outsource, melainkan bekerja sebagai konsultan.
Sebagai konsultan, freelancer akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain ikut menentukan project apa yang harus diputuskan oleh klien untuk kemudian dikerjakan baik oleh freelancer. Keuntungan lainnya adalah, freelancer dapat dengan mudah menaikkan harga dari jasa yang dijual, lebih dari sekedar melakukan pekerjaan writing, coding, designing, atau yang lainnya.
Perbedaan utama dari pekerjaan outsource freelancer dibandingkan dengan freelancer yang bersifat konsultan, seorang konsultan menawarkan solusi – solusi, sedangkan outsource freelancer hanya mengeksekusi perintah dari klien. Sebagian freelancer memang cocok hanya menjadi eksekutor perintah klien. Namun, jika memungkinkan untuk menjadi seorang konsultan, kenapa tidak? Toh, menjadi seorang konsultan lebih menyenangkan, baik dari sisi tantangan pekerjaan, maupun reward yang didapatkan.
Berikut ini adalah langkah – langkah bagaimana seorang outsource freelancer menjadi seorang freelance consultant.
Brand Yourself!
Seorang konsultan yang baik harus melakukan branding terhadap diri sendiri, terutama untuk kepentingan skill imaging. Seorang freelance designer, misalnya, bisa melakukan branding dengan membangun situs untuk mengeksploitasi skill yang dimilikinya.
Sebagai contoh, menulis artikel tentang review kemasan produk. Hal – hal yang kecil seperti ini (review kemasan produk), dapat mengantarkan image “product packaging consultant” untuk melekat pada nama freelancer tersebut.
Contoh yang lain, seorang coder, pada blog nya menulis artikel tentang cms wordpress, bagaimana cara tweaking wordpress, mengubah wordpress menjadi situs yang powerfull, dan lain sebagainya. Kegiatan menulis yang kontinyu akan mengantarkan image “wordpress ninja” pada title freelance tersebut. Kunci utama dalam proses branding ini adalah : dilakukan secara kontinyu. Jika proses ini dilakukan dua bulan sekali atau bahkan enam bulan sekali, maka proses branding ini akan menjadi sia – sia belaka :). Menginvestasikan 2 jam waktu setiap hari diluar jadwal kerja untuk melakukan proses branding setiap hari, akan membawa seorang freelancer lebih dekat dengan kesuksesan yang akan dicapai.
Love your work, work your love!
Menjadi penting bagi seorang freelancer untuk mencintai apa yang dilakukan dalam pekerjaan sehari – hari. Dengan mencintai sebuah pekerjaan, seseorang akan merasa ringan melakukan pekerjaan tersebut. Sebuah quote yang diambil dari blog hidup cerdas :
“Ideal business is when the cost of making yourself happy is small compared to the profit your happiness brings you.”
Dengan bahasa lain, pekerjaan yang ideal adalah ketika harga kebahagiaan itu lebih rendah dibandingkan keuntungan yang dihadirkan dari kebahagiaan tersebut. Seorang freelance designer yang mencintai pekerjaan nya, dapat dengan mudah menyelesaikan sebuah design kemasan minuman yang dihasilkan dari buah segar. Harga untuk menyelesaikan design ini adalah kerja mulai skecthing, wireframing, dan executing selama 12 jam, 4 jam dalam 3 hari. Harga ini tidak terasa berat, karena freelance designer ini mencintai apa yang dilakukannya.
Lalu dia mendapatkan $2,000 untuk design kemasan minuman buah segar tersebut. Tentunya, dibandingkan dengan 12 jam, reward $2,000 adalah jauh lebih besar. Pada keadaan ini, tercapai apa yang disebut pekerjaan ideal.
Pada kasus lain, seorang freelance designer lain mengerjakan sebuah flyer selama 6 jam, untuk reward $350. Karena 6 jam proses kerja dilakukan dengan penuh rasa bahagia, $350 pun terasa lebih besar daripada 6 jam proses kerja yang menyenangkan. Pada keadaan ini, tercapai pula status pekerjaan ideal.
Intinya, rasa bahagia karena mencintai apa yang kita kerjakan, itu sangat penting bagi seorang freelancer. Ketika rasa cinta terhadap pekerjaan ini tumbuh subur dihati, maka tidak akan terasa beda, antara kerja dan nge‐game. Menyenangkan, bukan?
Give something to your client.
Prinsip kerja seorang Don Vito Corleone, atau anaknya, Don Michael Corleone, adalah menanam bibit – bibit untuk kemudian hari diambil buahnya. Dengan kata lain, ketika seseorang membutuhkan pertolongan, maka seorang godfather dengan senang hati membantunya, untuk kemudian hari diminta “balas budi” nya.
Tidak serumit bisnisnya godfather mafia itu. Yang dibahas disini adalah cukup simple : tanam bibit, tuai buah. Dengan asumsi, klien adalah orang yang baik, maka freelancer dapat memberi satu – dua servis secara gratis, untuk membangun loyalitas klien. Berikut adalah contoh kasus pada freelance designer dan coder.
Seorang freelance designer sedang mengerjakan design web sebuah group band. Setelah selesai, designer tersebut memberikan bonus “monthly calendar desktop wallpaper”. Disini, klien diuntungkan dengan adanya desktop calendar yang memperkuat company branding. Jika sampai direlease, maka kemungkinan besar klien akan membutuhkan desktop wallpaper design untuk bulan – bulan berikutnya. Tentunya, bulan berikutnya designer tidak akan memberi design dengan free. Jadilah, freelance designer tersebut mendapatkan fixed project perbulan :).

Lalu seorang freelance coder, sedang mengerjakan theme drupal pada sebuah situs majalah sport. Setelah pekerjaan drupal theme selesai, pada saat instalasi theme, coder tersebut melakukan serangkaian security test pada sistem tersebut. Sebut saja, sql injection, script injection, dan test – test lain nya. Lalu disusunlah laporan singkat tentang overall security dari sistem. Ketika mengetahui laporan security tersebut, kemungkinan besar coder tersebut akan mendapatkan project lanjutan sebagai security advisor dari situs majalah sport tersebut. Atau paling tidak, akan terbangun rasa “beruntung” sudah memperkerjakan coder tersebut untuk menangani project – project dalam situs majalah sport tersebut. Ketika seorang klien merasa diuntungkan, tanpa diminta, klien tersebut akan mempromosikan coder tersebut.

It’s An Easy Thing To Do, Just Do It!

Mengubah klien biasa menjadi klien tetap, ternyata mudah saja, bukan? Beberapa langkah praktis diatas jika dilakukan dengan kontinyu, akan mengantarkan seorang freelancer pada kehidupan yang lebih baik. Kuncinya adalah : dilakukan. Langkah – langkah tersebut diatas tidak akan memberikan manfaat, jika tidak dilakukan.
Selamat mencoba melakukan!

Kesalahan desainer grafis saat melamar pekerjaan

Dari sebagian yang memilih bekerja mandiri, mereka yang lulus sekolah kejuruan grafis atau lulus kuliah DKV tentu disibukkan dengan mencari pekerjaan, seperti sarjana-sarjana lain pada umumnya. Internet jurusan lowongan pekerjaan dan Koran hari Sabtu akan menjadi santapan lahap para pencari kerja. *) pengalaman pribadi ?
Jika pelamar kerja pada umumnya hanya butuh CV dan fotokopi ijazah plus nilai atau IPK tinggi agar diterima bekerja disebuah perusahaan, berbeda dengan melamar pekerjaan dibidang kreatif semacam desainer grafis. Tidak cukup hanya modal nilai bagus, kita juga harus menunjukkan karya. Tapi tak cukup modal portfolio bagus juga, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar diterima bekerja di perusahaan yang kita inginkan plus gaji yang cukup. Cukup buat beli mobil, rumah dan naik haji. Hehe.
Lalu apa sih kesalahan desainer grafis yang umum dilakukan oleh saat melamar pekerjaan dan membuat mereka tidak diterima bekerja? Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari saat melamar pekerjaan sebagai desainer grafis. Tapi perlu diketahui juga jika beberapa hal dibawah ini hanyalah riset secara umum, artinya tidak serta merta setiap perusahaan menerapkan indikator yang sama untuk menilai calon karyawan mereka.
  • Gagal mempresentasikan proses desain yang ditampilkan pada portfolio.
Hasil akhir desain yang keren itu bagus, tapi jika kamu tidak bisa menjelaskan bagaimana proses dari menemukan ide hingga mendapatkan solusi, itu kurang menarik. Bisa jadi akan memperburuk nilaimu saat wawancara. Setiap desain pasti punya proses dan cerita, jelaskan secara jelas dan tidak bertele-tele. Mereka ingin tahu bagaimana seseorang melakukan proses kreatifnya.
  • Terlalu banyak menampilkan portfolio.
Jika kamu dipanggil wawancara setelah ada proses penyerahan surat lamaran, berarti perusahaan telah melakukan observasi terlebih dahulu hingga memutuskan untuk melakukan wawancara. Namun, jika wawancara dilakukan secara langsung bersamaan dengan penyerahan surat lamaran, artinya mereka belum melihat portfoliomu sebelumnya. Pada saat kamu menampilkan portfolio, baik itu di website, CD interaktif digital maupun print out, pilihlah yang terbaik. Tidak perlu banyak tapi cukup merepresentasikan seperti apa skill yang kamu miliki. Pewawancara tidak ada waktu untuk melihat 100 halaman portfolio, tapi jika kamu bisa memilih yang terbaik dari yang terbaik, dua karyamu akan cukup membuat mereka berkesan.
  • Tidak memiliki karya personal.
Personal project bisa menjadi indikator tingkat intelektual dan level kreativitas yang kamu punya. Selalu menarik melihat idealisme desainer saat mereka bekerja dibawah control mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain / klien. Gunakan waktu luang untuk membuat proyek personal, selain untuk mengasah skill tentu akan berguna juga untuk menunjukkan seberapa besar kreativitas dan idealisme dalam desain grafis.
  • Typo dalam menulis surat lamaran atau CV.
Meskipun dianggap hal sepele tapi kesalahan-kesalahan kecil untuk hal yang serius, kamu akan dianggap kurang teliti alias ceroboh. Dan ini akan dianggap kurang bagus bagi perusahaan, terutama dimasa datang saat berhadapan dengan pekerjaan dan klien. Selalu ingat untuk meneliti ulang hasil akhir pekerjaan.
  • Tidak jujur mengenai alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
Jika sebelumnya kamu telah pengalaman bekerja dan memutuskan mencari pekerjaan baru, maka jujurlah tentang alasanmu berhenti bekerja. Bukan alasan personal, tapi mungkin soal kebijakan perusahaan yang nyleneh, kamu ingin lebih banyak tantangan dan tanggungjawab, dsb. Bisa jadi ini akan menjagamu dari deskripsi pekerjaan yang tidak kamu inginkan.
  • Terlalu idealis.
Idealis itu tidak buruk tapi terlalu idealis itu kurang baik. Saat kamu memutuskan melamar pekerjaan, berarti kamu siap untuk bekerja dengan orang lain, baik itu klien maupun rekan kerja. Tunjukkanlah bahwa kamu bisa bekerja sama dalam tim. Seberapapun bagusnya portfoliomu tapi tidak bisa bekerja dengan orang lain atau tim, yah jaminan kamu diterima bekerja di perusahaan akan semakin kecil.
Konklusi
Sekali lagi, poin-poin diatas bukan hal yang mutlak bahwa setiap perusahaan memiliki standar yang sama dalam menyeleksi calon karyawan. Tapi jika kamu yakin dengan kemampuan sendiri dan menerapkan hal-hal diatas, diharapkan lamaran pekerjaanmu akan diterima dengan sukses. Jangan lupa, selain semangat dan usaha juga ditambah dengan doa kepada yang maha kuasa. (a1)

15 Kesalahan dalam mendesain Logo

Tiap orang punya kapasitas masing-masing dalam menghasilkan ide untuk sebuah pekerjaan.  Namun tentunya ada hal-hal tertentu yang bisa diminimalisir untuk menghindari kesalahan.  Salah satu pekerjaan yang membutuhkan banyak kehati-hatian adalah mendesain logo.  Tak hanya berhubungan dengan klien, namun kita juga mesti bertanggungjawab pada publik.  Buatlah desain yang baik dan berbanggalah ketika logo karya kita tampil dalam berbagai media.
Berikut ini berapa hal yang bisa menjadi kesalahan dari seorang desainer ketika mendesain logo (kelanjutan artikel sebelumnya: 10 Hal: Hindari Saat Mendesain Logo) sehingga perlu diperhatikan agar Anda bisa menghasilkan sebuah karya orisinil yang lahir dari sebuah kreativitas.
    1. Desain tidak orisinil. Logo Anda harus murni dari ide dan pikiran Anda. Strategi logo dan branding menjadi satu bagian untuk menciptakan sesuatu yang unik dan mudah diingat untuk klien Anda dan konsumen.
    2. Samar / tidak jelas. Setiap logo harus menyampaikan pesan kepada audiens. Jika konsumen potensial tidak tahu apa-apa tentang klien Anda setelah melihat logo, artinya Anda telah gagal.
    3. Raster. Banyak yang mencoba menjadi desainer logo ketika mereka hanya tahu photoshop. Ingat bahwa logo harus scalable.  Menggunakan software vector semacam Illustrator atau CorelDraw adalah cara terbaik untuk membuat logo. Pembesaran atau pengecilan gambar tak akan mempengaruhi kualitas logo.
    4. Terlalu rumit. Banyak desainer baru mencoba untuk memperumit logo mereka dengan menambahkan banyak detail, terlalu banyak kata, slogan, dll. Keep it simple! Logo Anda akan lebih berkesan.
    5. Efek terlalu berlebihan. Secara umum, Anda harus menghindari bevels berlebihan, bayangan, tekstur, filter dan efek lain terlalu berlebihan.  Dimasa depan, logo akan digunakan dalam berbagai media maka hal ini harus diperhatikan.
    6. Tipografi. Ada beberapa kesalahan umum yang sering dibuat ketika mendesain sebuah logo. Pertimbangkan beberapa di bawah ini:

Spasi. Perhatikan kapan Anda harus menggunakan spasi yang lebar dan kapan ketika harus menghemat spasi. Sangat tidak efektif ketika Anda menggunakan spasi yang panjang ketika Anda harus menghemat ruang.

Font yang mudah ditebak. Semua orang tahu Times New Roman, Tahoma, Arial karena mereka font default yang bisa ditemukan setiap hari. Cobalah untuk menggunakan sesuatu yang tidak default.

Font yang mengerikan. Jangan menggunakan font seperti Curlz untuk membuat logo Anda. Coba gunakan sederhana, professional dan mudah terbaca kecuali untuk target audiens tertentu atau permintaan klien secara khusus.

Font terlalu tipis. Font yang sangat tipis mungkin terlihat bagus pada layar komputer tapi mereka mungkin sulit untuk digunakan untuk proses cetak di atas kertas, kain atau border. Dan tentu saja tak mudah terbaca dari jarak jauh.

Menggunakan terlalu banyak jenis font. Cobalah untuk menempel satu font-style (maksimal dua) dalam desain logo Anda. Aturan ini terutama berlaku ketika Anda HANYA melakukan pekerjaan mendesain logo dan bukan untuk pekerjaan desain lain seperti pembuatan poster atau brosur.

  1. Terlalu banyak masukan. Tidak salah meminta masukan atau pendapat dari orang lain, namun ketika berlebihan justru akan membuat Anda semakin bingung dan hanya menghabiskan waktu. Klien, kakak, teman, saudara, ibu, tetangga, orang di angkringan dan warung kopi. Mungkin mereka akan memberikan pendapat mereka yang berbeda tapi itu terlalu banyak yang tak perlu.  Hanya libatkanlah orang-orang yang memang diperlukan dalam proses desain logo Anda agar bisa menjadikan pikiran tetap fokus pada tujuan semula.
  2. Menggunakan Clipart. Tanpa disadari bagi sebagian desainer, ketika pikiran sudah buntu mereka mengambil jalan pintas dengan mengambil elemen dari clipart yang bertebaran di internet.  Cobalah ciptakan karya yang orisinil bagi klien Anda dan mereka pasti akan sangat menghargainya.
  3. Tidak bisa digunakan dalam format hitam putih atau grayscale. Satu hal yang penting untuk diingat tentang logo adalah bahwa akan sering digunakan dalam output hitam putih atau grayscale. Fax atau cetakan satu warna akan menggunakan logo dalam format satu warna.
  4. Non-scalable. Pastikan bahwa klien mendapatkan logo dengan skala penggunaan untuk berbagai aplikasi. Logo yang baik harus bisa ditempatkan secara jelas pada billboard ukuran 5 x 10 meter dan harus bisa tampil baik ketika menjadi favicon 16px.
  5. Tidak memperhatikan pengaplikasian pada media. Ketika membuat sebuah logo, jangan hanya berpikir bahwa sebuah logo hanya akan tampil di internet (kecuali klien sudah mengatakan demikian). Bagi sebuah perusahaan besar, logo akan tampil dalam berbagai media. Pertimbangkanlah bahwa logo Anda akan bisa diaplikasikan pada banyak media di masa depan. Internet, cetak, border, stiker, sablon manual, kaos, signboard dll.
  6. Egois. Jangan mendesain logo dengan tujuan bahwa hal itu akan membuat portofolio Anda tampak hebat. Tujuan pertama dan yang paling penting dari setiap desain logo adalah harus beroriestasi kepada tujuan klien mencapai target audiens mereka menjadi lebih efektif.
  7. Terlalu abstrak. Logo abstrak bisa menjadi terlihat professional untuk sebuah perusahaan.  Mereka tak harus memvisualisasikan secara jelas apa goal dari perusahaan itu sendiri. Namun desainer sendiri perlu berpikir kapan saat yang tepat untuk menggunakan logo abstrak.
  8. Copycat Logo. Hal terburuk yang harus dihindari adalah menyalin atau menduplikasi logo lain secara brutal.  Selain berefek sangat buruk bagi reputasi perusahaan, tentu saja Anda akan melawan hokum apalagi jika logo yang dicuri sudah memiliki hak cipta. Disinilah etika dari desainer sangat dipertaruhkan.
  9. Kombinasi Warna yang buruk. Secara psikologis, setiap warna mempunyai arti dan makna tersendiri.  Cobalah untuk menyesuaikan warna yang Anda gunakan dengan melihat  aspek-aspek dari perusahaan pemilik logo sendiri maupun audiens yang menjadi target pasar.
Ada tambahan? Silakan meninggalkan jejak di kolom komentar.

Tips Memulai Usaha Bidang Jasa

Bicara masalah usaha, ada banyak macamnya, dan itu semua bisa diaplikasikan asalkan kita mengerti cara menjalankannya. Ada yang bilang usaha di bidang jasa itu lebih sulit daripada usaha-usaha lainnya. Katanya lebih mudah menjual sembako daripada menjual layanan jasa. Tapi siapa sangka usaha di bidang jasa sangat mudah dan bisa mendapatkan untung 100% bahkan 300%.
Sekarang kami akan mengupas tips-tips memulai usaha di bidang jasa.
  • Berikan Layanan Melebihi Ekspetasi Pasar
Pelayanan yang melebihi ekspetasi pasar akan menjadi nilai lebih usaha jasa Anda. Karena usaha jasa sangat banyak dan tidak menjual produk apapun selain layanan. Pelayanan yang memuaskan akan membuat konsumen kembali menjadi pelanggan setia Anda.
  • Berikan Janji yang Realistis
Janji memang manis diucapkan, tapi terasa berat dilaksanakan, apalagi janji itu tidak sesuai dengan kemampuan usaha Anda. Janji yang muluk-muluk akan membuat konsumen bertanya-tanya dan tentunya merek akan menuntut janji Anda. Jika janji tidak ditepati sesuai kesepakatan, kepercayaan pelanggan akan hilang dengan sendirinya. Kalau memang Anda merasa tidak mampu memenuhi janji, lepaskan saja agar sama-sama tidak terbebani
  • Perbanyak Testimoni
Sebenarnya testimonial pelanggan adalah aspek yang penting di semua jenis usaha, tapi ini menjadi sangat penting di bidang usaha jasa, karena konsumen tidak melihat produk nyata. Testimoni akan sangat mendukung opini pasar terhada usaha jasa Anda.
  • Perlakukan Konsumen Layaknya Teman Istimewa
Komunikasi yang bagus dengan konsumen akan membuat jalinan tali bisnis menjadi kuat. Konsumen yang loyal akan memberikan segalanya untuk usaha Anda, bahkan mereka rela promosi ke teman-temannya tanpa dibayar sepeserpun.
Demikian tips dalam memulai usaha bidang jasa. Semoga bisa diterapkan dan sukses.

Bagaimana Bisnis Terlihat Lebih Profesional

 

Banyak pengusaha baru yang bermunculan setiap harinya, tapi tidak semua usaha mereka dikelola dengan profesional. Usaha yang dikelola dengan profesional akan bertahan lama, sedangkan usaha yang pengelolaannya asal-asalan kemungkinan besar akan cepat redup dan jatuh pada waktunya. Disini akan dibahas bagaimana agar bisnis terlihat lebih profesional. Tidak peduli bisnis yang Anda rintis bisnis kecil maupun besar.

  • Buatlah website yang elegan.

Ciri bisnis yang profesional zaman sekarang adalah memiliki website yang elegan. Kita bisa melihatnya di berbagai company besar Indonesia, semuanya memiliki website yang tampilannya elegan dan profesional. BCA, Mandiri, Prudential, Pizza Hut, KFC, dll. Jika Anda tidak mampu atau belum mengenal website sama sekali, percayakan kepada webdesigner yang terpercaya. Berikan content usaha Anda kepada webdesigner agar mereka mengolahnya menjadi website yang indah. Pelanggan akan melihat kesan profesional dari website Anda. Jangan lupa untuk memakai domain .com, co.id, org yang menjadi ciri bahwa perusahaan Anda resmi. Domain co.id dan org memiliki tingkat profesionalisme lebih tinggi dari domain .com. Karena domain co.id dan org hanya bisa dibeli oleh lembaga yang terdaftar.

  • Buatlah logo yang profesional.
Logo memang kecil kelihatannya, tapi logo tidak bisa kita remehkan. Logo memiliki daya tarik tersendiri untuk bisnis Anda. Silahkan membuktikannya sendiri. Banyak proposal bisnis yang kami tolak hanya karena tampilan logonya kurang meyakinkan. Bagaimana tidak, sebelum seseorang mendirikan bisnis, dia seharusnya sudah bisa membayangkan kemana arah tujuan dari logo. Karena logo memiliki filosofi yang kuat dan mampu mendorong perusahaan tetap teguh pada visi misinya.

Tidak semua designer bisa menciptakan logo yang elegan. Karena logo membutuhkan wawasan yang luas tentang ilmu bentuk, tipografi, dan warna. Bahkan ada juga jasa desain logo yang memasukkan ilmu feng shui ke dalamnya. Percayakan pada jasa desain logo yang sudah dipercaya agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Perkuat cara komunikasi bisnis.
Kemampuan komunikasi yang baik menunjukkan bahwa Anda siap menjadi partner bisnis yang istimewa bagi siapapun. Setelah melihat cara Anda berkomunikasi dengan pelanggan, pada akhirnya pelanggan akan melihat apa dibalik kesuksesan bisnis Anda. Tularkan hal ini kepada karyawan Anda. Buat mereka melayani pelanggan dengan komunikasi yang baik, sehingga pelanggan akan merasa istimewa. Kita bisa lihat bagaimana Telkomsel menghabiskan dana yang sangat banyak hanya untuk melatih customer service.
  • Buat laporan keuangan serapi mungkin.
Bisnis yang profesional tidak akan pernah lepas dari laporan keuangan yang rapi. Pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan rapi. Dengan itu maka keuntungan dan kerugian bisa kita perkirakan sedini mungkin. Pada akhirnya kita bisa membuat kebijakan jangka pendek dan jangka panjang. Lebih baiknya carilah akuntan yang ahli di bidangnya.
Bisnis yang dikelola dengan profesional akan sangat membantu pekerjaan Anda. Karena yang berjalan adalah sistem. Dengan itu, kita bisa mengembangkan bisnis kita ke level yang lebih besar
Salam Sukses.

Pengertian dan Arti Warna

Warna merupakan unsur yang sangat penting dalam Desain Grafis. Warna memegang peranan penting dalam Desain Grafis oleh karena itu kita harus mengerti arti warna, jangan sampai kita salah warna misalnya membuat website untuk perbankan tapi menggunakan warna dominan hitam!! (bisa-bisa pelanggan ragu dan tidak dipercaya karena kurang pas, tema hitam cocok untuk website games, hacking tool, Website photo Gallery, Photo Slide). Jadi hindari kesalahan dalam pemilihan warna.
Dalam pelajaran di Sekolah Pengertian Warna dapat diartikan sebagai adalah sebuah spektrum tertentu yang terdapat di dalam cahaya yang sempurna / putih. Dalam dunia disain, Warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.
Warna bisa dikelompokkan menjadi beberapa Kelompok Warna yaitu :
  1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
  2. Warna kontras atau komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
  3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
  4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.

 

Warna Primer

Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer. Pada awalnya, manusia mengira bahwa warna primer tersusun atas warna Merah, Kuning, dan Hijau. Namun dalam penelitian lebih lanjut, dikatakan tiga warna primer adalah: Merah (seperti darah), Biru (seperti langit atau laut), Kuning (seperti kuning telur)
Ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa. Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder dengan warna primer menghasilkan warna tertier.
CMYK
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam.

Warna Sekunder

adalah warna yang dihasilkan dari campuran dua warna primer dalam sebuah ruang warna. Contohnya seperti di bawah ini. Dalam peralatan Grafis, terdapat tiga warna primer cahaya: (R = Red) merah, (G = Green) hijau, (B = Blue) biru atau yang lebih kita kenal dengan RGB yang bila digabungkan dalam komposisi tertentu akan menghasilkan berbagai macam warna. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. Di dalam komputer kita juga mengenal berbagai warna untuk kebutuhan desain Website maupun Grafis dengan kode bilangan Hexadecimal.
Berikut ini campuran warna RGB yang nantinya membentuk warna baru:
Merah + Hijau = Kuning
Merah + Biru = Magenta
Hijau + Biru = Cyan
Pada prinsipnya teori untuk pigmen seharusnya bisa diterapkan untuk warna cat juga. Tetapi cat yang mula-mula dipakai, pencampurannya dilakukan jauh sebelum adanya ilmu pengetahuan warna modern, dan karena pigmen yang tersedia pada masa itu juga terbatas. Khususnya warna pigmen cyan dan magenta alami sulit didapat, oleh karena itu dipakai warna biru dan merah. Dengan demikian sampai saat ini secara luas diajarkan bahwa merah, kuning dan biru adalah warna primer sedangkan jingga/orange, hijau dan ungu adalah warna sekunder.
Mengingat pentingnya warna maka mari kita mengetahui arti – arti warna dalam Desain Grafis / Disain Logo :
KUNING = Matahari, Cahaya, Kejayaan dan Keluhuran Budi.
MERAH = Api, Semangat dan Keberanian, Bahaya, Keamanan, Waspada.
BIRU = Kejujuran, ketekunan, dan pandangan yang luas, kedamaian, ketenangan, kepercayaan kepada diri sendiri, keseimbangan, semangat batin.
HIJAU = Uang, Keberuntungan, Menarik Perhatian, Keindahan, Menyejukkan
PUTIH = Lambang Kesucian dan Kejujuran, Kesopanan
ORANYE = optimisme dan dinamika
HITAM = Berwibawa, Elegan, Maskulin
Terima kasih, semoga bermanfaat