PITUTUR BECIK: Pameran Kaligrafi dan Handlettering oleh Surakarya

Dalam rangka untuk ikut mempopulerkan seni Hand-Lettering di Indonesia, yang termasuk didalamnya Lettering dan Calligraphy dan memperkenalkan bakat dan karya hand-lettering dari seniman huruf dari Indonesia khususnya Surakarta, Surakarya mengadakan Pameran Hand Lettering dan Calligraphy berjudul “Pitutur Becik” di Balai Soedjatmoko, Surakarta pada tanggal 16 April – 22 April 2016. Tidak hanya Pameran karya, selama acara ini akan diadakan juga Pen Meet Up, Workshop Gratis dengan berbagai macam tema dan sesi Creative Sharing.
Beberapa tahun terakhir ini seiring dengan semangat DIY (Do-It-Yourself) dan hand craft yang juga meningkat di Indonesia, seni hand-lettering semakin popular dan digemari oleh masyarakat luas.
Hand-lettering dan kaligrafi pada dasarnya merupakan salah jenis kesenian yang telah ada dan tumbuh sejak lama. Sebelum era digital dimulai, beberapa jenis publikasi dan advertising dikerjakan by hand. tidak hanya design tapi seluruh prosesnya pun dikerjakan secara manual. Seiring berkembangnya dunia digital dan teknologi cetak, segala jenis kebutuhan tulis dan cetak dilakukan secara digital dan otomatis baik design maupun cetaknya. Komputer mampu menggantikan tangan manusia secara lebih baik, dari segi presisi, akurasi ukuran, maupun pernak-pernik teknisnya.
Namun demikian, handlettering dan kaligrafi masih tetap memiliki keistimewaan dibanding karya digital. Sebagai karya seni, handlettering dan kaligrafi tidak dihargai hanya dari wujud akhirnya, tapi proses dan otentitasnya. Proses handlettering dan kaligrafi yang manual menjadi nilai lebih karena butuh ketekunan, kesabaran dan sense of art dari senimannya.
Satu hal lagi keistimewaan handlettering dan kaligrafi adalah nilai otentitas atau ketulenannya. Beberapa seniman handlettering dan kaligrafi yang telah memiliki karakter khusus, karya-karya mereka akan terasa istimewa dan berbeda dari yang lain. Sulit ditiru karena karakter khasnya keluar dari bakat, hasil latihan lama dan pengalaman yang tidak sedikit.
Meskipun karya dari member Surakarya belum benar-benar istimewa sebagaimana karya para seniman yang lebih senior di bidang ini, tapi kiranya karya-karya member Surakarya sudah cukup mampu menampilkan keistimewaan bidang seni ini. Dan inilah yang akan dikenalkan kepada masyarakat luas, khususnya di kota Solo.
Tema Pameran Surakarya kali ini adalah “PITUTUR BECIK”, artinya adalah tujuh nasihat baik. Dapat pula dibaca Pitu Tur Becik yang artinya Tujuh nan Baik. Terinspirasi dari tujuh nasihat utama mengenai attitude diri dan sikap yang baik dalam berinteraksi dengan sesama, tujuh nasihat tersebut antara lain: percaya diri, sabar, rendah hati, amanah, ketekunan, keberanian dan memaafkan. Tujuh nasihat baik ini akan diwujudkan dalam bentuk quote yang masing-masing akan ditulis di atas sebuah media besar dengan berbagai gaya handlettering dan kaligrafi.
Selain itu, quote-quote insipiratif lainnya juga akan dipamerkan dalam berbagai gaya handlettering dan kaligrafi. Mulai dari brush calligraphy, copperplate, blackletter, watercolor, dan berbagai gaya handlettering. Akan ada sekira 100 karya yang akan dipamerkan. Berbagai aplikasi dari karya handlettering dan kaligrafi juga akan turut dipamerkan seperti kaos-kaos dengan desain handlettering dan kaligrafi, stiker, hiasan dinding, poster dan lain-lain.
Inti dari konsep pameran kali ini adalah membalut nasihat-nasihat yang indah dengan tampilan dan karya seni yang indah pula. Dengan begitu, nasihat yang indah akan semakin indah dengan balutan seni yang menarik, dan sebaliknya karya seni pun menjadi lebih indah karena mengandung konten yang indah pula. Karya seni kami diharapkan akan lebih berkesan karena tidak hanya indah dipandang mata tetapi juga indah dirasa dalam hati.

Tentang Surakarya :
“Surakarya” adalah komunitas pecinta seni handlettering dan kaligrafi di Surakarta. Nama Surakarya diambil dari “Surakarta” sebagai daerah domisili member komunitas dan “karya” yang artinya mengarah pada hasil olah seni.
Lahir 31 Oktober 2014 di Solo dan berkembang cukup pesat. Dari 5 orang menjadi 30 member aktif, 25 member pasif dan masih terus berkembang. Pada dasarnya, Surakarya adalah komunitas belmen yang berada di Surakarta yang merupakan bagian dari komunitas Belmen.ID yang juga merupakan komunitas pecinta handlettering dan kaligrafi. BelmenID memiliki beberapa cabang di kota-kota besar seperti Bandung, Bogor, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, Malang, Surabaya dan Makasar.
Surakarya aktif melakukan kegiatan gathering anggota dengan nama “Pen Meet Up” yang diadakan secara insidental dan “Belmen Corner” sebagai booth stand pekanan yang bertempat di Playground Café, Kota Barat, Solo.
Bekerjasama dengan komunitas lain, Surakarya telah sukses menggelar beberapa event seperti; Pameran karya berjudul “Solate” bersama “Ruang Atas”, Pameran karya Solo Hari ini” di Playground Café, Kota Barat, dan Pameran Karya di Pembukaan “Cangwit Art Space”, Pucang Sawit, Solo, Temu Tokoh dan silaturahmi dengan owner Dagadu, Jogja di acara “Surakarya Ngangsu Kaweruh” dan bertemu para kaligrafer dan handletterer Nasional di “Surakarya Goes to Bandung”, di Dago, Bandung.

Sumber : IDESAINESIA 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *